Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BERTAMBAHNYA penduduk yang semakin pesat, dan berkembangnya jumlah permukiman baru di berbagai tempat dapat menimbulkan menurunnya kualitas air bersih. Hal ini karena proses penyaringan air secara alami ikut terhambat, semakin menurun dan tercemar.
Peneliti Ahli Utama dari Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nusa Idaman Said mengatakan salah satu permasalahan air yang masih dihadapi, yaitu dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Bahan baku air yang dikelola oleh PDAM, belum memenuhi syarat air baku minum kelas satu. Air banyak tercemar oleh polutan air limbah domestik, maupun industri.
“Semakin buruknya kualitas air baku air minum, mengakibatkan biaya produksi air minum menjadi bertambah besar. Harga jual air pun, menjadi lebih mahal,” ujar Nusa dalam keterangannya, Jumat (8/7).
Baca juga: Komisi IV DPR Minta Pemerintah Tindak Pelanggar Perizinan Kawasan Hutan
Baca juga: Edukasi Pertahanan Diri Bisa Cegah Pelecehan Seksual
Dijelaskannya, ada beberapa metode pengolahan air yang bisa digunakan PDAM. Pertama, yaitu sistem khlorinisasi, cara ini dilakukan dengan membubuhkan khlor sebagai disinfektan. Sistem saringan pasir lambat, dapat terbentuknya lapisan film di atas saringan pasir, dan menjernihkan air secara biokimia.
“Ada pula sistem saringan pasir cepat, yaitu pengendapan dengan menggunakan senyawa kimia, dan saringan cepat. Kemudian, terakhir dengan sistem pengolahan air bersih yang dilengkapi dengan pengolahan khusus,” tuturnya.
Menurutnya, karena adanya unsur-unsur khusus pada air baku, misalnya pada kasus air dengan kandungan besi tinggi. Diperlukan pengolahan preklorinasi, pengaturan pH, dan metode pengolahan dengan bakteri besi.
Nusa menyampaikan penggunaan teknologi pengolahan air di atas, sudah memenuhi persyaratan sebagai air minum. “Menurut saya teknologi itu dapat dipertanggungjawabkan, apalagi kalau air bakunya sudah bagus. Apapun air bakunya, sebetulnya bisa diproses untuk menjadi air minum,” katanya.
“Pengolahan air secara menyeluruh, sangat penting untuk menghindari biaya tinggi. Baik biaya industri, maupun biaya sosial. Strateginya, kita harus memilih sumber air, teknologi pengolahan yang tepat, ekonomis, dan memenuhi baku mutu,” kata Nusa.
Plt. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wihatmoko Waskito Aji mengatakan masyarakat sangat membutuhkan tersedianya air bersih dan sehat sesuai standar. Jika melihat fenomena yang ada, masyarakat sangat membutuhkan proses pengolahan air bersih untuk rumah tangga dan dunia industri. Dengan demikian membuat kualitas air akan menjadi lebih baik, sehingga masyarakat dapat menikmati air jernih dan sehat.
“Kami berharap ini bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Termasuk juga kepada pemerintah daerah, mengenai teknologi apa yang bisa diolah, terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat,” ucapnya.
Wihatmoko berharap akan ada kerja sama antara BRIN dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, supaya memperoleh air baku yang baik, sehat dan bebas dari kontaminasi. Sehingga air yang dikonsumsi masyarakat memenuhi baku mutu sesuai standar kesehatan. (H-3)
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Upaya pengiriman air bersih untuk warga di wilayah Lopon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berubah mencekam setelah sopir truk tangki menjadi sasaran tembakan
Cakupan layanan air bersih PDAM Tirta Asasta telah mencapai 23% dari total kebutuhan warga Kota Depok
Green mindset yang diusung Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved