Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
BEBERAPA penyakit berbahaya dan perkembangannya cenderung tidak dapat dilacak dan dilihat melalui kasat mata. Oleh sebab itu, untuk mengetahuinya perlu dilakukan pemeriksaan Kesehatan/Medical Check Up (MCU) secara berkala.
Senior Branch Manager Tirta Medical Centre (TMC) David Edward menjelaskan bahwa masyarakat saat ini lebih sadar akan pentingnya cek kesehatan. Oleh sebab itu, pemeriksan MCU sangat dianjurkan.
Tirta Medical Centre (TMC) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun sampai saat ini hadir demi memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dan berkomitmen untuk menjaga kenyamanan pasien, sebab ditangani oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman dan memberikan hasil yang cepat, akurat, dan terdigitalisasi.
Senior Branch Manager Tirta Medical Centre (TMC) David Edward menjelaskan bahwa masyarakat saat ini lebih sadar akan pentingnya cek kesehatan. Oleh sebab itu, pemeriksan MCU sangat dianjurkan.
“MCU merupakan upaya screening penyakit bagi seseorang, untuk mengetahui apakah ada resiko penyakit, yang akan timbul kedepannya. Seperti penyakit jantung, kanker, penyakit keturunan, ataupun penyakit akibat kerja, dan sebagainya" ujar David dalam keterangannya.
David menjelaskan, pemeriksaan MCU sejatinya disarankan untuk dilakukan minimal 1 tahun sekali, bagi orang yang sehat. Namun apabila seseorang memiliki riwayat penyakit tertentu maka dianjurkan agar melakukan pemeriksaan MCU secara rutin yakni 3 hingga 6 bulan sekali terutama pada penyakit metabolis maupun pekerja pada food handler.
Business Development Manager TMC Monika Aprilyanti mengatakan, pihaknya juga memiliki beberapa rangkaian layanan mulai dari MCU rutin, seperti Kolesterol, Diabetes, Jantung ataupun layanan MCU khusus seperti Pra Nikah, Ibadah Umrah, dan MCU berstandar internasional.
"MCU kami tersedia dengan layanan lengkap seperti rekam jantung, radiologi, dan dokter spesialis," ujar Monika.
Baca juga : Pakar: Yang Dapat Dilegalkan Senyawa Turunan Ganja, bukan Tanaman Ganja
Monika mengatakan, TMC memiliki sistem IT dengan keamanan digital, yang memudahkan pasien mulai dari pendaftaran, pembayaran hingga perilisan hasil yang dapat di akses melalui aplikasi, whatsApp ataupun email.
Di internal pelayanan TMC, juga memiliki jaringan teknologi informatika dalam proses penginputan, pengolahan dan perilisan hasil pemeriksaan sehingga hasil yang dikeluarkan akurat dan kerahasiaan terjamin.
Disamping itu pada pelaksanaanya, para pelanggan atau pasien dapat menjalankan pemeriksaan MCU melalui layanan On Site ataupun Homecare. On Site, ditujukan untuk pekerja dan dilakukan di perusahaan, sedangkan Home Care dilakukan di rumah, dengan tujuan untuk memudahkan lansia, dewasa, maupun anak dalam melakukan medical check up.
"Layanan MCU Homecare merupakan bagian terpisah dari layanan onsite dimana layanan Homecare dapat dilakukan tanpa minimal peserta dan dilakukan di rumah peserta, biasanya untuk satu keluarga, kita lakukan pemeriksaan dan untuk peralatannya kami sediakan dan bawa ke rumah” tambah Monika.
Tirta Medical Centre berkomitmen untuk memberikan layanan pemeriksaan MCU terbaiknya dan mengedepankan prinsip one stop solution dengan berbagai layanan, antara lain Konsultasi dokter umum & dokter spesialis, tindakan medis (rawat luka, KB), vaksin, sunat, Laboratorium & Pemeriksaan Penunjang (rekam jantung, audiometri, spirometri, USG) dan lainnya.
“Kita usahakan di semua layanan untuk menjadi pelayanan yang unggul dan paripurna. Jadi semua kita sediakan pelayanan one stop service dan terintegrasi dengan sistem IT kita,” pungkasnya.
Sebagai infomasi, Tirta Medical Centre memberikan kemudahan akses baik dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga penerimaan hasil. Untuk memudahkan layanan di atas, Tirta Medical Centre didukung teknologi terdigitalisasi. (RO/OL-7)
Berdasarkan data pada 2023, terungkap Kalimantan Barat hanya memiliki dua sistem MRI dengan jumlah penduduk mencapai 5 juta jiwa.
Saat ini, penjualan alat kesehatan rumah tangga di Indonesia tumbuh pesat dengan laju 13,6% per tahun, dengan glucometer menguasai lebih dari 40% pasar.
INDUSTRI alat kesehatan (alkes) dalam negeri menghadapi tantangan baru seiring dengan tarif impor yang ditetapkan sebesar 19% ke Amerika Serikat.
Kegiatan kali ini turut menghadirkan lokakarya/workshop bertema tren perdagangan instalasi gas medik di Indonesia.
Saat ini penggunaan CT Scan belum merata di seluruh rumah sakit Indonesia. Dari 3.200 RS yang ada di Indonesia, baru ada sekitar 1.500 CT Scan yang tersedia.
Seminar dan Workshop PERSI Wilayah Jawa Timur tahun ini bertema “Strategi Rumah Sakit untuk Bertahan di era Turbulensi JKN."
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ishaq Iskandar, memastikan layanan kesehatan di seluruh rumah sakit milik Pemprov Sulsel tetap optimal pasca redistribusi tenaga kesehatan
BKD Sulsel redistribusi 800 tenaga kesehatan ke 7 rumah sakit daerah untuk optimalkan SDM dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Sulawesi Selatan.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengaku prihatin atas meninggalnya seorang balita bernama Raya di Sukabumi dalam kondisi tubuh penuh cacing.
KETUA Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Iing Ichsan Hanafi menekankan bahwa upaya untuk menekan angka kematian bayi baru lahir tidak bisa hanya bertumpu pada rumah sakit.
Rumah Sakit Atma Jaya resmi meluncurkan Klinik Akupuntur Medik Terintegrasi, sebuah layanan inovatif yang menjadi bagian dari pengembangan Wellness Center Atma Jaya.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menyoroti minimnya dukungan Pemprov terhadap kader posyandu.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved