Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PANJA Komisi X DPR RI meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) untuk kembali mengevaluasi kebijakan perubahan kurikulum. Pasalnya, ada persoalan yang lebih urgen yakni penyusunan peta jalan pendidikan dari pada memaksakan untuk segera menerapkan Kurikulum Merdeka.
"Menyelesaikan terlebih dahulu penyusunan peta jalan pendidikan, ini tuntutan ya dari berbagai pihak dan substansi kurikulum menjadi bagian dari peta jalan pendidikan itu," kata Ketua Panja Abdul Fikri Faqih dalam RDP bersama Kemendikbud-Ristek, Selasa (5/7).
Menurut Abdul, kurikulum adalah bagian dari peta jalan pendidikan itu sendiri. Sehingga, yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu adalah menyusun peta jalan pendidikan.
Baca juga: Waspada Covid BA4 dan BA5, Legislator Dorong Vaksinasi Booster Ditingkatkan
Baca juga: Honorer Satpol PP Se-Sumsel Minta Diangkat Jadi ASN
Perubahan suatu kebijakan dalam hal ini kurikulum baru membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kurikulum sebelumnya. Perubahan kurikulum tidak hanya berdampak pada proses pembelajaran di kelas saja namun juga bagaimana mempersiapkan guru, menyediakan panduan, buku-buku referensi, sosialisasi tidak hanya terhadap guru tapi orang tua wali murid dan ketersediaan sarana prasarana pendukung.
"Substansi Kurikulum Merdeka memang sesuai dengan tujuan pendidikan dan memiliki kejelasan logika serta landasan filosofis dan sosiologis sebagai catatan panja sebelumnya," terang Abdul.
Panja juga memiliki agar Kemendikbud-Ristek bersinergi dengan LPTK dalam mempersiapkan konsep dan pengembangan kurikulum. Selain itu perlu melibatkan para pakar dan praktisi pendidikan dalam pengambilan kebijakan dalam bidang kurikulum.
"Karena menurut laporan dari Kemendikbud-Ristek sudah melibatkan tapi banyak pakar yang menyampaikan di Komisi X bahwa mereka belum pernah diajak diskusi bahkan mungkin penyusun kurikulum sebelumnya," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Kemendikbud-Ristek harus memperhatikan keragaman kompetensi guru, potensi kemampuan peserta didik, kondisi geografis dan ketersediaan sarana prasarana pembelajaran. Hal itu penting agar implementasi kurikulum benar-benar berdampak secara menyeluruh.
Baca juga: Matra Akan Gelar Pertemuan Raja Sedunia Di Bali
Lebih lanjut, Panja mendesak agar implementasi Kurikulum Merdeka tidak dipaksakan untuk tahun ajaran 2024/2025. Perlu evaluasi dan mempertimbangkan banyak hal.
"Masih memerlukan kajian akademis dan evaluasi komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi sosiologis, dan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan,” jelas Abdul.
Anggota Komisi X Ferdiansyah juga meminta agar kurikulum baru tidak perlu tergesa-gesa untuk diterapkan. Dia merasa keberatan lantaran berbagai aspek pendukung seperti tenaga pengajar, sarana prasarana yang belum memadai.
“Kami memohon dengan hormat, juga teman-teman Komisi X, jangan paksakan Kurikulum Merdeka,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Djohar Arifin Husin. Politisi Gerindra itu menilai bahwa pergantian kurikulum selama ini kurang memperhatikan pendidikan karakter dan terlalu mengutamakan ilmu pengetahuan. Hasilnya, banyak pelajar Indonesia yang berilmu namun tanpa karakter. Dirinya khawatir Kurikulum Merdeka pun tidak akan seperti itu.
Di sisi lain, Kemendikbud-Ristek mengklaim bahwa Kurikulum Merdeka dalam penerapannya cukup efektif. Secara khusus mengatasi learning loss karena pandemi Covid-19.
"Ternyata penggunaan kurikulum darurat, itu efeknya sangat positif," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud-Ristek Anindito Aditomo.
Selama pandemi, Kurikulum Merdeka atau yang sebelumnya disebut kurikulum prototipe atau pun kurikulum darurat sangat membantu guru dan murid. Kekhasan kurikulum baru yang tidak padat materi itu memberi banyak waktu bagi guru dan murid untuk berkreasi dan mengembangkan pembelajaran.
"Guru merasa terbantu dengan kurikulum darurat, karena ada waktu memperhatikan proses belajar siswanya," katanya.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Nino itu mengatakan menerima setiap masukan. Kemendikbud-Ristek memiliki tujuan yang sama yakni mencerdaskan anak bangsa, sehingga setiap kritikan merupakan sumbangan positif untuk sebuah perubahan. (H-3)
DI tengah perubahan sistem pendidikan yang kerap berganti mengikuti dinamika kebijakan pemerintah, Kurikulum Merdeka tetap menonjolkan kelebihan yang tak lekang oleh waktu: kolaborasi.
Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan mengingatkan pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan. Hal itu menyusul adanya isu akan digantinya Merdeka Belajar.
Abdul Mu'ti akan mendengarkan terlebih dahulu masukan dan aspirasi dari masyarakat terkait kelebihan dan kekurangan tiga kebijakan tersebut sejauh ini.
Pemerintahan baru nanti diharapkan gerak cepat untuk berkoordinasi melakukan evaluasi dan penetapan kurikulum yang tepat dan tetap ke depannya.
Sekolah Al Azhar di bawah naungan Yayasan Waqaf Al Muhajirien menggunakan tiga kurikulum yaitu Kurikulum Al Azhar, Kurikulum Merdeka, dan Kurikulum Cambridge.
Kemendikbud-Ristek menegaskan bahwa pendidikan perubahan iklim yang masuk dalam kurikulum Merdeka sebenarnya bukan baru dan sudah ada.
Legislator PDIP Edy Wuryanto mendesak pemerintah memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis di daerah 3T serta mencegah mahalnya pendidikan kedokteran.
Siapa Sudewo? Simak profil Bupati Pati yang dilantik pada 2025, lengkap dengan biodata, karier politik, dan perjalanan menuju kursi kepala daerah.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 WITA, dan hingga kini proses pencarian serta verifikasi masih dilakukan oleh Basarnas, TNI/Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved