Minggu 03 Juli 2022, 10:43 WIB

Mentan Pastikan Ketersediaan Cabai Mencukupi Bahkan Surplus

Despian Nurhidayat | Humaniora
Mentan Pastikan Ketersediaan Cabai Mencukupi Bahkan Surplus

ANTARA/Asep Fathulrahman
Pedagang sayur menyortir cabai merah di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten.

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, berdasarkan data ketersediaan cabai, produksi cabai besar nasional pada Juni 2022 mencapai 78.040 ton dan cabai rawit 1.723 ton.

Adapun kebutuhan untuk cabai besar diperkirakan 76.317 ton sehingga neraca cabai besar akan mengalami surplus 1.723 ton. 

Hal yang sama juga terjadi pada cabai keriting, diperkirakan akan surplus 1.403 ton karena kebutuhan nasional bulan Juni 2022 mencapai 72.159 ton.

Baca juga: Panen Raya Cabai di Sumedang, Mentan SYL Tegaskan Ketersediaan Cukup

"Memang ada dinamika harga menjelang hari raya Iduladha dan ini adalah momentum yang terjadi setiap tahun, Idulfitri, Iduladha, Natal, dan tahun baru. Tapi, kami hadir di sini, bersama Pak Bupati dan jajaran lainnya untuk memastikan bahwa cabai tersedia cukup," ungkapnya saat melakukan kunjungan di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dalam rangka meninjau ketersediaan cabai sekaligus melakukan panen raya cabai, dilansir dari keterangan resmi, Minggu (3/7).

Selain faktor jelang Iduladha, gejolak harga cabai, menurut Syahrul, juga dipengaruhi oleh kondisi anomali cuaca dan serangan hama penyakit yang massif sehingga membuat hasil panen petani tidak optimal.

Di samping itu, ia menambahkan dibukanya PPKM dan kebutuhan Horeka juga turut meningkatkan permintaan cabai.

"Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," kata Syahrul.

Wilayah Pamulihan merupakan sentra cabai di Sumedang selain di wilayah perkebunan Gunung Sindulang, Cimanggung, dan Wado.

Berdasarkan data early warning system (EWS), Juni hingga Juli 2022, ketersediaan cabai, baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus.

Produksi cabai besar dan rawit, Juni, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sementara kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton. 

Untuk Juli, produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Kenaikan harga cabai pada sisi lain, menurut Syahrul, juga berdampak pada pendapatan petani.

"Tadi ada yang membahagiakan, ternyata dari kenaikan yang ada, petani juga turut menikmati. Jadi jangan sampai hanya pedagang saja. Tentu konsumen juga harus kita perhatikan bersama juga," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Adeng Bustomi

Perdagangan Satwa Liar Akibatkan Kerugian Negara Rp806,83 Miliar

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 13:40 WIB
Negara mengalami kerugian sebesar Rp806,83 miliar akibat adanya perdagangan satwa liar...
Ist

Grand Metropolitan Hadirkan Beragam Batik Nusantara

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 13:15 WIB
Pesona Batik Nusantara menyuguhkan kegiatan menarik yang dapat dinikmati oleh pengunjung Grand Metropolitan pada 1 - 09 Oktober 2022, di...
Ist

Gakeslab dan Surveyor Indonesia Kerja Sama Dukung Kemandirian Alkes di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 13:07 WIB
Upaya ini dilakukan untuk mendorong percepatan proses sertifikasi TKDN untuk alkes, yang selama ini masih lambat akibat  terbatasnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya