Rabu 29 Juni 2022, 10:53 WIB

Jemaah Haji Indonesia yang Alami Gejala Kelainan Jantung Harap Segera Lapor

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Gejala Kelainan Jantung Harap Segera Lapor

MI/Susanto
Jemaah haji Indonesia yang sakit

 

PENYAKIT jantung mendominasi kematian jemaah haji Indonesia hingga hari ke-28 operasional haji tahun ini. Dari 14 kematian, 12 di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung.

Demikian pula dari sisi pelayanan kesehatan, khususnya di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Data menunjukkan sampai Senin (27/6), dari sebanyak 462 jemaah yang menjalani pemeriksaan rawat jalan, 42 diantaranya terkait dengan kelainan jantung. Sementara dari total 179 jemaah yang menjalani rawat inap, 13 diantaranya merupakan pasien jantung.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr. Mohammad Rizki Akbar menyampaikan setidaknya terdapat tiga jenis kelainan jantung yang dialami oleh jemaah yang dirawat di KKHI Makkah, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.

“Kelompok pertama yang paling banyak masuk kepada kelompok gagal jantung,” kata dr. Rizki.

Pada kelompok ini keluhan yang sering banyak muncul adalah sesak nafas. Selain itu juga mudah lelah saat beraktivitas atau biasanya ditandai dengan adanya bengkak di tungkai kaki.

“Biasanya terjadi karena minum obat tidak teratur, atau aktivitas ibadah fisik yang terlalu berat,” imbuhnya.

Baca juga: Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

Kelompok kedua adalah pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada, lanjut dr. Rizki, hal ini dimungkinkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung.

Sementara kelompok ketiga adalah pasien yang datang dengan keluhan berdebar.

“Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada irama jantungnya,” tuturnya

Rizki menyarankan setiap merasakan keluhan, jemaah yang memiliki faktor risiko jantung harus segera menyampaikan kepada petugas kesehatan di kloter, baik kepada dokter maupun perawat, sehingga segera dapat dilakukan evaluasi terhadap kondisi jemaah dan diputuskan tindakan yang dibutuhkan jemaah.

“Sehingga mereka bisa langsung lakukan evaluasi apakah ini terkait dengan perburukan kondisi ataukah tidak. Dengan demikian kita bisa melakukan pelayanan pengobatan di KKHI," pungkas dr. Rizki.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/ Asprilla Dwi Adha

Kampanye The Rising Tide Kumpulkan 68 Ton Sampah dari Rumah Tangga

👤 Atalya Puspa 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:05 WIB
The Rising Tide sesuai semangatnya diharapkan dapat memberikan arah pemikiran baru di masyarakat untuk mempunyai gaya hidup yang minim...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

HUT RI ke-77, Menpora Harap Bangsa Indonesia Makin Optimistis Hadapi Tantangan

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:41 WIB
Menurut Menpora, 77 tahun kemerdekaan Indonesia, maka harapan Indonesia ke depan terbentang luas, walaupun sekarang ini tantangannya tidak...
ANTARA FOTO/Sigid K

Pasukan Berkebaya Iringi Kirab Bendera Merah Putih dari Monas ke Istana

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 09:41 WIB
Mereka mengapit Tim Purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Duta Pancasila yang bertugas membawa duplikat Bendera Negara Sang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya