Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI masa transisi pascapandemi covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia, rupanya ada beberapa hal yang penting untuk terus dipantau, salah satunya terkait dengan perkembangan sosial emosional anak.
Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH meminta orangtua untuk memahami perkembangan tersebut di masa transisi.
"Agar anak-anak dapat beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik, maka orangtua perlu memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala," kata Bernie dalam webinar "Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi", Selasa (28/6).
Bernie menjelaskan perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.
Namun di masa transisi, Bernie mengatakan anak-anak mungkin akan kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan melakukan interaksi sosial.
Hal tersebut, imbuh dia, dapat meningkatkan masalah sosial emosional yang dampaknya bisa berbeda tergantung dengan usia anak dan dukungan dari lingkungannya.
"Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular," ujar Bernie.
Baca juga: Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak
Untuk mengajarkan sosial emosional pada anak, Bernie mengatakan orangtua perlu memberikan contoh yang baik sebab anak suka meniru orang dewasa. Selain itu, penting juga untuk melibatkan anak sejak dini dalam melakukan tugas-tugas sederhana.
Kemudian, lanjut Bernie, biarkan anak terlibat dalam keputusan keluarga, dorong empati terhadap teman sebayanya, perluas wawasan anak dan pelihara kepekaan mereka.
"Kita juga menggunakan bed talk. Sebelum tidur, dibacakan cerita, ditanya bagaimana tadi siangnya. Ini akan terjadi pengembangan sosial emosional," tutur Bernie.
Selain memantau perkembangan sosial emosional, Bernie juga mengingatkan pentingnya orangtua untuk memberikan stimulasi nutrisi yang tepat untuk anak.
Menurut Bernie, stimulasi harus dilakukan sesuai usia secara berulang kali dengan tujuan untuk merangsang semua fungsi dan kemampuan anak agar berkembang optimal. Caranya, dapat melalui suara, musik, getaran, perabaan, bicara, bernyanyi, bermain, hingga memecahkan masalah.
Sedangkan pemberian nutrisi yang tepat tentunya melalui makanan-makanan dengan gizi seimbang.
"Selain makanan, juga pola hidup yang lain perlu diperhatikan seperti olahraga," pungkasnya.(Ant/OL-5)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved