Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus berupaya untuk menekan tingginya impor barang ke dalam negeri. Namun, di beberapa sektor strategis, kebutuhan impor barang masih terus dilakukan lantaran tidak bisa dipenuhi dengan produk domestik.
Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Triyantoro mengungkapkan bahwa hingga saat beberapa produk impor masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan. Khususnya peralatan laboratorium dan alat kesehatan yang memang belum banyak dan bahkan tidak diproduksi dalam negeri.
"Peralatan laboratorium pada PTN (perguruan tinggi negeri) dan alat kesehatan untuk beberapa fakultas kedokteran (FK)," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (15/6).
Baca juga: Timbulan Sampah Elektronik Indonesia Diprediksi Mencapai 3.200 Kiloton pada 2040
Baca juga: Estimasi Keberangkatan Haji Makin Lama, Ini Kata Kemenag
Menurutnya, impor produk tersebut untuk sementara dibiayai APBN. Hingga kini, anggarannya masih dipetakan untuk bisa meninjau lagi produk yang bisa dipenuhi dalam negeri. Sehingga, secara pertahap akan dikurangi dan digantikan dengan produk Indonesia sendiri.
"Untuk kisaran besaran anggaran, kami belum selesai melakukan pemetaan dan pemaketan kebutuhannya," terangnya.
Lebih lanjut, Triyantoro, menyebut bahwa Kemendikbud-Ristek terus berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian. Hal itu untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan industri dalam negeri.
"Kami masih mendorong agar bisa dipenuhi dengan produk dalam negeri. Karena kami koordinasi intens dengan Kemenperin untuk disambungkan dengan industri," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelannya saat mengetahui ada 842 produk impor yang dijual di katalog-E lokal.
Kekesalan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2022 di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Pasalnya, barang-barang yang diimpor tersebut sudah diproduksi dan tersedia di dalam negeri.
"Ada 842 produk di katalog-E yang sebetulnya sudah diproduksi di dalam negeri. Untuk apa itu? Coret 842 itu. Drop kalau memang produk dalam negeri sudah ada. Untuk apa impor dipasang di katalog-E?" tegas Jokowi. (H-3)
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Perguruan tinggi sebagai pengampu pendidikan tinggi disebut harus bisa melakukan berbagai terobosan dan penguataan kelembagaan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah cepat sektor swasta dalam membantu mempercepat pemulihan fasilitas publik di daerah bencana.
Pendekatan yang bersifat administratif-finansial ini membuat sistem kesehatan menjadi reaktif.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved