Rabu 15 Juni 2022, 17:00 WIB

Kemendikbud-Ristek: Perlatan Lab PTN dan Alkes FK Masih Impor

Faustinus Nua | Humaniora
Kemendikbud-Ristek: Perlatan Lab PTN dan Alkes FK Masih Impor

Dok. fkkmk.ugm.ac.id
Ilustrasi. Sejumlah peralatan laboratorium dan alat kesehatan memang belum banyak dan bahkan tidak diproduksi dalam negeri.

 

PEMERINTAH terus berupaya untuk menekan tingginya impor barang ke dalam negeri. Namun, di beberapa sektor strategis, kebutuhan impor barang masih terus dilakukan lantaran tidak bisa dipenuhi dengan produk domestik.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Triyantoro mengungkapkan bahwa hingga saat beberapa produk impor masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan. Khususnya peralatan laboratorium dan alat kesehatan yang memang belum banyak dan bahkan tidak diproduksi dalam negeri.

"Peralatan laboratorium pada PTN (perguruan tinggi negeri) dan alat kesehatan untuk beberapa fakultas kedokteran (FK)," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (15/6).

Baca juga: Timbulan Sampah Elektronik Indonesia Diprediksi Mencapai 3.200 Kiloton pada 2040

Baca juga: Estimasi Keberangkatan Haji Makin Lama, Ini Kata Kemenag

Menurutnya, impor produk tersebut untuk sementara dibiayai APBN. Hingga kini, anggarannya masih dipetakan untuk bisa meninjau lagi produk yang bisa dipenuhi dalam negeri. Sehingga, secara pertahap akan dikurangi dan digantikan dengan produk Indonesia sendiri.

"Untuk kisaran besaran anggaran, kami belum selesai melakukan pemetaan dan pemaketan kebutuhannya," terangnya.

Lebih lanjut, Triyantoro, menyebut bahwa Kemendikbud-Ristek terus berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian. Hal itu untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan industri dalam negeri.

"Kami masih mendorong agar bisa dipenuhi dengan produk dalam negeri. Karena kami koordinasi intens dengan Kemenperin untuk disambungkan dengan industri," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelannya saat mengetahui ada 842 produk impor yang dijual di katalog-E lokal.

Kekesalan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2022 di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Pasalnya, barang-barang yang diimpor tersebut sudah diproduksi dan tersedia di dalam negeri.

"Ada 842 produk di katalog-E yang sebetulnya sudah diproduksi di dalam negeri. Untuk apa itu? Coret 842 itu. Drop kalau memang produk dalam negeri sudah ada. Untuk apa impor dipasang di katalog-E?" tegas Jokowi. (H-3)

Baca Juga

MI/ HO

UNJ Gandeng Lembaga Sertifikasi Profesi untuk Tingkatkan Mutu Lulusan

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 14:00 WIB
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations...
Antara/Ari Bowo Sucipto.

Kulit Pisang Dibuat Kue Terasa Enak, Sehat, Kurangi Sisa Makanan

👤Meilani Teniwut 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:44 WIB
Setiap kali Anda mengupas pisang dan membuang kulitnya sejatinya telah membuang camilan yang enak dan...
AFP/Charly Triballeuau.

Anak-Anak Jepang Belajar Berjalan dengan Cara yang Unik

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 15 Agustus 2022, 13:27 WIB
Cara berjalan seorang anak dapat memberi tahu dokter banyak tentang kesehatan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya