Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp2,14 triliun untuk 2023. Dengan demikian, pagu anggaran KLHK pada 2023 yang tadinya Rp6,18 triliun menjadi Rp8,23 triliun.
"Dengan harapan untuk peningkatan belanja masyarakat dan peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di tingkat tapak," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK Bambang Hendroyono dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR bersama KLHK, Kamis (9/6).
Ia mengungkapkan, tambahan anggaran itu akan disalurkan pada sejumlah direktorat jenderal untuk mendorong program-program berbasis masyarakat.
Di antaranya yakni Rp308 miliar untuk Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan untuk program kebun bibit rakyat (KBR), bibit berkualitas, penanaman RHL vegetatif dan penanaman RHL IKN.
"Demikian juga dengan Direktorat Jenderal Planologi. Karena kami butuh melanjutkan pengukuhan kawasan hutan yang telah ditargetkan selesai pada 2023 sehingga anggaran cukup besar," ungkap dia.
Baca juga: KLHK Temukan 831.333 Hektare Lahan Sawit Tak Berizin di Kalteng
Selain itu, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) diusulkan untuk menerima tambahan dana sebesar Rp500 miliar. Dana itu akan digunakan untuk memperkuat kemitraan konservasi di seluruh Indonesia.
"Kemudian juga di Ditjen Perhutanan Sosial kami alokasikan untuk Bank Pesona Rp42,5 miliar dan Ditjen Gakkum tambahan Rp100 miliar. Tentunya telah dipilih betul kegiatan yang berbasis masyarakat untuk penyelesaian yang selama ini dilakukan," beber dia.
Selanjutnya, anggaran akan dialokasikan pada Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim sebesar Rp11 miliar dan Ditjen PSLB3 sebesar Rp84 miliar dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove sebesar Rp32 miliar.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi menanggapi, pada penyusunan anggaran, KLHK semestinya membuat sebuah konstruksi yang jelas.
"Misalnya, kerusakan hutan itu ada di mana, berapa titik kritis yang harus diselesaikan, sungai mana yang tercemar dan harus mendapatkan fokus. Sehingga ada problem solving yang bisa diselesaikan bersama," tegas Dedi. (Ata/OL-09)
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
anggota dpr Nyoman Parta, berharap masyarakat Bali mulai menjauhkan diri dari praktik rasisme yang kerap diarahkan kepada warga pendatang.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menyambut positif kebijakan pemerintah untuk memberikan diskon tiket pesawat domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved