Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AGENDA Stockholm +50, yang merupakan pertemuan lingkungan internasional tengah berlangsung pada 2 hingga 3 Juni 2022 di Stockholm, Swedia. Indonesia pun turut hadir langsung dalam agenda tersebut.
Dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, agenda tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat implementasi pembangunan berkelanjutan yang telah tertuang dalam berbagai perjanjian internasional.
"Agenda ini akan memberikan refleksi bahwa persoalan lingkungan hidup dan keanegaragaman hayati dan perubahan iklim adalah hal serius yang harus kita tangani secara komperhensif," kata Siti, Kamis (2/6).
Keterlibatan Indonesia dalam agenda tersebut, ujar Siti, juga merupakan bukti bahwa Indonesia benar-benar serius dalam melaksanakan ketertiban dunia pada konteks alam dan iklim.
Hal itu telah terbukti dari ketegasan Indonesia yang tertuang dalam dokumen updated nationally determined contribution (NDC) 2030 dan Long-Term Strategy on Low Carbon and Climate Resilient Development 2050 serta dokumen implementasi FOLU net sink 2030. Dokumen tersebut berfungsi sebagai pedoman dalam implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di skala nasional.
"Di tengah ketidakpastian janji negara maju untuk menyalurkan pembiayaan untuk membantu negara berkembang dalam menangani perubahan iklim, pemerintah Indonesia terus bergerak nyata memperkuat kebijakan pengendalian perubahan iklim dalam negeri secara detil dan implementasinya dalam rangka menjaga kepentingan penurunan emisi gas rumah kaca sesuai dengan target nasional," beber Siti.
Untuk diketahui, Stockholm+50 mengangkat tema Planet yang Sehat untuk Kemakmuran Semua. Pertemuan ini berlangsung lima dekade setelah Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan Manusia tahun 1972.
Acara ini akan memberi para pemimpin kesempatan untuk memanfaatkan 50 tahun aksi lingkungan multilateral untuk mencapai tindakan berani dan mendesak yang diperlukan untuk mengamankan masa depan yang lebih baik di planet yang sehat.
Mantan Menteri Lingkungan dan Iklim Swedia Per Bolund mengatakan, pihaknya ingin Stockholm+50 memberikan kontribusi nyata untuk mempercepat transformasi menuju masa depan yang berkelanjutan setelah pandemi covid-19.
"Kami menyebut pertemuan ini untuk memperingati lima puluh tahun konferensi 1972. Kami kehabisan waktu dan tindakan segera diperlukan. Tantangan ini bersifat global, dan kita harus menghadapinya dengan respons global yang mendorong tindakan di lapangan,” ungkap dia.
Dialog kepemimpinan yang berlangsung di agenda tersebut akan membahas sejumlah hal. Di antaranya merefleksikan kebutuhan mendesak akan perlunya aksi untuk mencapai planet yang sehat dan kemakmuran bersama. Selain itu ada pula pembahasan mengenai mencapai pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif dari pandemi covid-19 dan mempercepat implementasi dimensi lingkungan hidup pembangunan berkelanjutan dalam konteks dekade aksi dan penyelenggaraan pembangunan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Stockholm+50 Inger Andersen mengatakan, kita perlu segera bekerja untuk mengubah ekonomi dan masyarakat kita, tetapi cabang-cabang kita akan menyebar hanya sejauh akar kita dalam.
"Dengan mengingat Stockholm pada usia 50, kita juga mengingat bagaimana dunia bersatu untuk menyembuhkan lapisan ozon pada tahun 2013, menghapus bahan bakar bertimbal tahun ini dan menghentikan kepunahan spesies yang terancam punah. Dengan berkumpul di Stockholm, kami juga berkomitmen kembali pada kesehatan manusia dan planet, tanggung jawab, kemakmuran, kesetaraan, dan perdamaian seperti yang telah kita lihat dengan sangat jelas di covid-19," beber dia. (H-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Kementerian LH memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi seluruh pengelola rest area di jalur tol untuk segera menyediakan unit pengolahan sampah mandiri yang mumpuni.
Seorang guru, Beryl Hamdi Rayhan, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendorong pendidikan lingkungan hidup menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.
Penghijauan wilayah pesisir menjadi langkah penting untuk menahan laju abrasi, memperkuat ekosistem pesisir, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved