Jumat 27 Mei 2022, 15:05 WIB

Kemenko PMK - PANDI Kerja Sama Program Gerakan Nasional Revolusi Mental

Budi Ernanto | Humaniora
Kemenko PMK - PANDI Kerja Sama Program Gerakan Nasional Revolusi Mental

DOK IST
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terhadap kolaborasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan MIMDAN & Indonesia Bangga.

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) melakukan kerja sama terkait upaya pelestarian, pengembangan dan pembinaan budaya nusantara, serta memperkenalkan kembali aksara-aksara nusantara dalam format digital.

Kerja sama itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terhadap kolaborasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN) dan Indonesia Bangga, (indonesiabangga.id)  yang dilaksanakan di Kantor Pandi, Tangerang, Jumat (27/05).

PKS tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Didik Suhardi, bersama Ketua Pandi, Yudho Giri Sucahyo.

Dalam sambutannya, Didik mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pandi yang telah mendigitalisasikan aksara daerah, sehingga di rasa sejalan dengan program Gerakan Nasional Revolusi Mental. 

"Saya mengucapkan terimakasih pada hari ini akhirnya kita bisa merealisasikan penandatanganan PKS antara Pemerintah dan Pandi. Ini tentu upaya yang luar biasa, kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pandi yaitu mendigitalisasi aksara daerah yang ini merupakan kekayaan budaya kita yang tentu perlu kita lestarikan, kita kembangkan dan tentu kita bina dan kita manfaaatkan. Untuk itu upaya digitalisasi ini akhirnya suatu usaha yang monumental untuk menjaga pelestarian budaya kita, karena sejalan dengan cita-cita luhur bangsa kita," terang Didik.

Ketua Pandi menyambut baik apresiasi dan dukungan dari Kemenko PMK, dan berharap bisa bersinergi di beberapa program prioritas Pandi kedepannya.

Baca juga: Amerika Serikat Bergabung dengan 55 Negara Promosikan Internet Gratis

"Kolaborasi yang sudah dilakukan dalam beberapa waktu ini, hari ini diwujudkan dalam bentuk kerjasama, dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerjasama untuk menjadikan MIMDAN sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental, dan tentunya kami dari Pandi merasa sangat bangga dan terimakasih atas kolaborasi dan kerjasama yang terwujud dan Pandi sangat menyambut baik dukungan dari KEMENKO PMK, semoga sinergi ini akan terus berkembang di kemudian hari," ungkap Yudho. 

Heru Nugroho selaku inisiator program MIMDAN, yang juga Wakil Ketua Pandi Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama & Pemasaran, mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah melalui Kemenko PMK RI.

"Program ini (MIMDAN) sudah memasuki tahun ketiganya, mungkin karena kami mengawal kegiatan tersebut secara konsisten, maka pemerintah kemudian menganggap bahwa program ini layak dijadikan salah satu bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental," ungkapnya. 

Heru berharap generasi muda Indonesia bisa menyadari bahwa sejak dahulu, leluhur bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki kultur peradaban yang kuat. Hingga mampu menciptakan berbagai varian aksaranya sendiri dalam mengekspresikan bahasanya. 

"Karena Aksara merupakan kunci untuk membuka sebuah peradaban intelektual dan leluhur bangsa Indonesia sudah memulainya sejak lebih dari seribu tahun lalu," pungkas Heru. (R-3)

Baca Juga

MI

Kemenkes : Ganja Medis Hanya untuk Riset, Tidak Perlu Revisi UU

👤 M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:30 WIB
Regulasi pemanfaatan tanaman ganja medis hanya untuk riset dan bukan untuk konsumsi masyarakat. Karena itu, tidak perlu mengubah...
Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Minta Kampus Ikut Tangani Wabah PMK

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 21:58 WIB
"Saya imbau terutama untuk perguruan tinggi yang punya fakultas kedokteran hewan dan peternakan untuk segera mengerahkan dosen dan...
Dok. LDII

Ketum LDII Ingatkan Penghinaan Terhadap Agama Apapun tak bisa dibenarkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 21:02 WIB
“Kita bisa bercanda mengenai apa saja di alam demokrasi ini, tapi persoalan agama bukan hal bisa dibuat bercanda. Pertama itu adalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya