Kamis 28 April 2022, 20:32 WIB

Amerika Serikat Bergabung dengan 55 Negara Promosikan Internet Gratis

Mediaindonesia.com | Teknologi
Amerika Serikat Bergabung dengan 55 Negara Promosikan Internet Gratis

AFP/Olivier Douliery.
Ilustrasi.

 

DI tengah meningkatnya upaya pemerintah otoriter seperti Rusia yang menindak akses ke informasi digital, Amerika Serikat pada Kamis (28/4) akan bergabung dengan lebih dari 50 negara dalam meluncurkan inisiatif untuk melindungi internet yang terbuka dan aman. 

Berlabel Deklarasi untuk Masa Depan Internet (Declaration for the Future of the Internet/DFI), Gedung Putih mengatakan tujuannya merebut kembali prospek besar dari internet dan melawan menguatnya otoritarianisme digital. Ini untuk memastikan internet memperkuat demokrasi, melindungi privasi, dan mempromosikan ekonomi global yang bebas.

Tujuan itu terancam oleh lebih banyak kasus pemerintah yang menekan kebebasan berbicara dan akses ke berita, menyebarkan informasi yang salah atau membatasi internet sama sekali, kata deklarasi itu. Menunjuk invasi Rusia ke Ukraina, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan dalam beberapa bulan terakhir Moskow secara agresif mempromosikan disinformasi di dalam dan luar negeri, menyensor sumber berita internet, memblokir, atau menutup situs yang sah, dan menyerang akses internet di Ukraina.

"Rusia, bagaimanapun, hampir tidak sendirian," kata pejabat itu. Ia mengutip Tiongkok juga.

Lebih dari 55 negara telah bergabung dalam upaya tersebut, termasuk negara-negara maju seperti Australia, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman dan Jepang. Ada pula Argentina, Siprus, Kenya, Montenegro dan Slovenia, serta Ukraina.

Baca juga: Cara Menghilangkan Garis Merah di Word

Meskipun tidak mengikat secara hukum, deklarasi tersebut menetapkan prinsip-prinsip dasar dan, "Berkomitmen kepada pemerintah untuk mempromosikan internet yang terbuka, bebas, global, dapat dioperasikan, andal, dan aman bagi dunia," kata pejabat senior pemerintah lain. 

Upaya itu bertujuan memerangi pemblokiran internet pada kasus tertentu, tetapi akan menghormati otonomi peraturan masing-masing negara, kata pejabat itu. Deklarasi tersebut juga menunjukkan perlu memastikan akses yang terjangkau bagi kelompok yang kurang terlayani. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Antara/Rosa Panggabean.

Mengenal VGA pada Komputer, Fungsi, Komponen, dan Jenis-Jenisnya

👤Pierre Lavender 🕔Senin 23 Mei 2022, 17:00 WIB
Fungsi utama VGA Card yaitu mengubah sinyal digital dari sistem lalu mengubahnya menjadi tampilan grafis pada layar...
DOK Pribadi.

Teknologi Antitungau Diragukan, Royal Foam Terima Tantangan Netizen

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:10 WIB
Teknologi sanitized dikembangkan oleh ahli mikroba di Swiss sehingga kasur Royal Foam...
Mi/Dok Indosat Ooredoo Hutchison

IDCamp Raih PR Awards 2022

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 22 Mei 2022, 06:45 WIB
Sejak diluncurkan pada 2019, IDCamp telah memberikan 108.179 beasiswa belajar coding secara daring kepada talenta digital muda...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya