Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH wilayah kabupaten/kota di sepanjang pesisir Pantai Utara, Jawa Tengah, dilanda banjir rob dan gelombang pasang sejak Senin (23/5) lalu. Wilayah tersebut memang rawan dilanda banjir rob sejak lama.
Ahli geomorfologi pesisir dan laut dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Bachtiar W. Mutaqin, menyebut kejadian banjir rob sebagai dampak global warming, yang menyebabkan naiknya permukaan air laut dan material tanah.
"Karakteristik fisik utara Jawa yang landai, dengan material dominan hasil proses sungai (alluvial) yang berusia muda, sehingga masih mudah terganggu," jelas Bachtiar saat dihubungi, Jumat (27/5).
Baca juga: Banjir Rob Landa Sepanjang Pesisir Pantura dan Jawa Tengah
"Ditambah dengan banyaknya permukiman. Bukan hanya perorangan, namun juga skala industri yang menggunakan air tanah," imbuhnya.
Untuk mencegah berulangnya kejadian banjir rob, dirinya menilai perlu ada perhatian pada tata ruang. Termasuk, pengaturan untuk penggunaan lahan di pesisir, agar tidak terlalu masif.
"Upaya mitigasi struktural. Contohnya, membangun tanggul laut, menyiapkan sumur pompa, sistem polder, meninggikan bangunan atau infrastruktur penting di pesisir," papar Bachtiar.
Baca juga: Singgung Giant Sea Wall, Pemerintah Diminta Serius Tangani Rob Semarang
Selain itu, diperlukan upaya mitigasi nonstruktural. Seperti, penataan ruang pesisir, pelestarian sabuk pantai alami, hingga pembatasan penggunaan air tanah dalam jumlah besar.
“Kita berharap ada semacam moratorium atau peraturan, yang melarang penggunaan air tanah di skala industri," tukasnya.
Hal penting lainnya ialah pemerintah harus serius menerapkan aksi adaptasi perubahan iklim. Lalu, perluas edukasi masyarakat soal banjir rob. Masyarakat harus memahami bahwa kondisi saat ini menjadikan mereka mau tidak mau beradaptasi.(OL-11)
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
Penelitian terbaru ungkap suhu kamar ideal bagi lansia adalah 24°C. Suhu yang lebih panas memaksa jantung bekerja ekstra dan menghambat pemulihan tubuh.
Studi terbaru mengungkap sisi emosional hilangnya gletser dunia. Dari tujuan wisata "kesempatan terakhir" hingga ritual pemakaman es, bagaimana manusia merespons kepunahan gletser?
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved