Kamis 26 Mei 2022, 12:40 WIB

Apakah Nikotin Timbulkan Kanker?

Mediaindonesia.com | Humaniora
Apakah Nikotin Timbulkan Kanker?

Antara/Yusuf Nugroho.
Buruh merapikan rokok sigaret kretek tangan (SKT) di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (5/3/2022).

 

PERNYATAAN mengenai rokok dapat menyebabkan kanker biasanya dikaitkan dengan nikotin. Dilansir dari The European Code Against Cancer, nikotin sejatinya merupakan senyawa kimia alami yang umum ditemukan pada tanaman termasuk tanaman tembakau. Efeknya membuat konsumsi tembakau menjadi ketagihan daripada menyebabkan kanker secara langsung. 

Karena itu, situs web dari Komisi Eropa yang berisi informasi tentang tindakan yang dapat masyarakat ambil untuk mengurangi risiko kanker tersebut membantah pernyataan bahwa nikotin menyebabkan kanker. Komisi itu menyatakan bahwa orang yang kecanduan rokok tembakau lebih mungkin untuk terus mengekspose diri mereka pada karsinogen yang terdapat dari pembakaran tembakau yakni asap tembakau yang diisap. Karena sebagian besar zat beracun termasuk karsinogen tercipta selama proses pembakaran, tembakau menyebabkan berbagai jenis kanker, terutama jika diisap. 

Asap tembakau juga menyebabkan kanker pada nonperokok yang menghirup asap tembakau dari perokok, termasuk anak-anak dari orangtua yang merokok. Selain itu, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menyimpulkan bahwa ada bukti terbatas bahwa merokok tembakau meningkatkan risiko kanker payudara (10%-30%) berdasarkan bukti yang konsisten dari penelitian pada manusia. 

Yang perlu menjadi catatan, dalam konteks konsumsi rokok tembakau, nikotin tidak seberbahaya zat lain yang terkandung dalam rokok, yaitu tar. Bagi yang ingin terhindar dari bahaya tar dalam rokok konvensional tetapi belum bisa menghilangkan ketergantungannya terhadap nikotin secara tuntas dapat bertahap menggantikan kebutuhan nikotin pada perokok sambil meminimalkan paparan pengguna terhadap karsinogen dan zat beracun lain dalam asap tembakau.

Baca juga: 30,9 Juta Masyarakat Rentan dan Umum Rampung Divaksin Booster

Itu karena menghentikan asupan nikotin secara tiba-tiba berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental pengguna yang kecanduan nikotin. Jenis-jenis terapi pengganti nikotin yang bisa digunakan untuk membantu proses pelepasan kecanduan nikotin secara bertahap di antaranya permen karet nikotin, patch atau tablet isap nikotin, dan rokok elektrik.

Meski dengan kehadiran alat pengganti rokok tembakau yang masih mengandung nikotin, sebaiknya masyarakat tetap berhati-hati dengan asal-usulnya dan memastikan hanya produk yang sah yang digunakan. Soalnya, banyak produk palsu yang beredar di pasaran. Para perokok yang ingin beralih ke produk nikotin alternatif harus mencari produk lokal maupun produk yang diimpor secara legal berbea cukai, bukan produk ilegal yang memiliki risiko. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Humas UNS

UNS Raih Dua Penghargaan IKU dari Kemendikbudristek

👤Mediaindonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:49 WIB
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H.,M.Hum. menyampaikan bahwa ukuran kampus maju itu dapat dilihat dari 8...
MI/Gilbert Lewar

TN Komodo Hanya Mampu Tampung Maksimal 292 Ribu Wisatawan Pertahun

👤Atalya Puspa 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:17 WIB
Nilai jasa itu didapatkan dari perhitungan ruang tinggal, oksigen dan pemanfaatan...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

DPR Bakal Kaji Penggunaan Ganja untuk Medis

👤Sri Utami 🕔Senin 27 Juni 2022, 14:00 WIB
DPR akan berkoordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk melakukan kajian penggunaan cannabis sativa untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya