Rabu 25 Mei 2022, 19:56 WIB

DPP LDII: LGBT Bertentangan Dengan Agama Dan Moralitas

Widhoroso | Humaniora
DPP LDII: LGBT Bertentangan Dengan Agama Dan Moralitas

DOK LDII
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto

 

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyatakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) bertentangan dengan agama dan moralitas.

"Al Quran menjelaskan dengan terang-benderang bahkan diulang-ulang kisah itu, bukan hanya dalam satu surat tapi beberapa surat. Artinya, Islam melarang sangat keras praktik LGBT," kata Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto dalam keterangan tertulis, Rabu (25/5).

Belakangan, persoalan LGBT mencuat di media sosial setelah pada 17 Mei lalu, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengibarkan bendera pelangi untuk memperingati Hari Antihomofobia. Para tokoh agama dan masyarakat prihatin dengan peristiwa itu dan menganggap Kedutaan Inggris tak sensitif dengan agama dan budaya rakyat Indonesia.

Chriswanto menyebutkan umat Nabi Luth yang mempraktikkan LGBT disebut dalam Al Quran sebagai orang yang melewati batas atau fasik. "Dengan penyebutan itu, bagi mereka yang percaya pada hari pembalasan, mereka yang mempraktikkan LGBT menerima konsekuensi atas perbuatannya. Umat Nabi Luth mengalami siksa yang pedih berupa lemparan batu panas dan tanah tempat mereka berpijak dibalik oleh Allah, seperti sebuah bencana besar," paparnya.

Ia menyatakan kepada penganut LGBT atau mereka yang gemar berzina akan adanya penyakit yang menyerang kelamin. Beragam penyakit kelamin, salah satunya HIV/AIDS.

Dalam pandangannya, LGBT merupakan hak individu, namun kebebasan individu yang bertentangan dengan agama dan norma budaya tak pantas untuk dijalankan. "Itu adalah hawa nafsu yang harus dijauhi, karena risikonya besar," ujarnya.

Menurutnya, penganut LGBT juga dapat merusak kejiwaan generasi masa depan bangsa. "Anda bisa membayangkan, penganut homoseksual yang kebanyakan mengadopsi anak, apakah mereka tak sadar beban mental yang ditanggung anak tersebut," katanya.

Dalam pandangannya, saat anak mengerti bahwa orang tua adalah ayah dan ibu, tiba-tiba mendapati orang tuanya pria semua atau wanita semua akan berdampak negatif. "Ini bisa merusak psikis dan moral generasi masa depan," ujarnya.

Ia mengimbau penganut LGBT agar kembali pada perintah Allah agar tidak melakukan penyimpangan seksual. "LGBT oleh Kementerian Kesehatan dikategorikan penyakit mental, yang tidak disebabkan faktor biologis apalagi takdir. Pasti ada kejadian yang membuat seseorang menyimpang orientasi seksualnya. Jadi, ada kesempatan untuk disembuhkan," ungkapnya. (Ant/OL-15)

 

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Pakar: Yang Dapat Dilegalkan Senyawa Turunan Ganja, bukan Tanaman Ganja

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Rabu 06 Juli 2022, 18:00 WIB
Ganja yang digunakan dalam bentuk belum murni seperti simplisia atau bagian utuh dari ganja masih mengandung senyawa utama...
DOK UNJ

Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ Tambah 3 Guru Besar

👤Widhoroso 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:37 WIB
Universitas Negeri Jakarta menggelar acara pengukuhan tiga Guru Besar dari Fakultas Ilmu Pendidikan...
MI/YOSEPH PENCAWAN

Kemenkominfo Optimistis Tuntaskan Penghentian Siaran Analog dalam 4 Bulan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:35 WIB
Pemerintah bersama swasta terkait telah melakukan banyak hal dan mengeluarkan banyak biaya agar persiapan ASO dapat berjalan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya