Sabtu 14 Mei 2022, 14:59 WIB

Daya Tular Hepatitis Akut Misterius Lambat

Atalya Puspa | Humaniora
Daya Tular Hepatitis Akut Misterius Lambat

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sosialisasi tentang penyakit hepatitis akut di Desa Pamayahan, Indramayu, Jawa Barat.

 

DEKAN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menyatakan, hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya diduga memiliki daya tular yang lambat jika dibandingkan dengan covid-19. Hal itu diketahui dari pengamatan pada kasus-kasus yang ada di dunia.

"Kita lihat perkembangan di dunia cenderung lambat, dalam tanda kutip. Beda dengan covid-19 waktu itu, di mana perkembangan kasusnya begitu luar biasa karena memang potensi penularannya transmisi lokal sehingga akan sangat mudah tertular dari yang positif," kata Ari, Sabtu (14/5).

Ia menyebut, virus hepatitis akut juga kemungkinan tikda menular langsung dari satu orang ke orang lainnya seperti covid-19. Namun demikian, dengan gejala berat yang ditimbulkan, bukan berati penyakit tersebut bisa disepelekan. Dengan penanganan yang lambat, kata Ari, bisa saja penyakit itu menjadi outbreak.

"Ini memang cukup berat sampai kalau tidak ditangani dengan baik dan segera diatasi pasiennya bisa meninggal dunia," beber dia.

Untuk itu, Ari mendorong para pakar dan peneliti untuk bergerak cepat mempelajari penyakit tersebut agar penaganan yang dilakukan bisa tepat sasaran.

Baca juga: Penyintas Hepatitis Akut Bisa Tertular Lagi

Terpisah, Spesialis Mikrobiologi dari FKUI Budiman Bela mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan sejauh ini, diketahui bahwa penyakit hepatitis akut menular lewat oral.

"Namun kita ketahui juga ada gejala di saluran napas. Karenanya kita juga harus tingkatkan kewaspadaan dengan tetap melakukan 3M dan tingkatkan kewaspadaan penularan melalui makanan dan minuman," ungkap dia.

Untuk langkah pencegahan, para tenaga kesehatan dan staf yang terlibat dalam penanganan pasien anak harus menggunakan standar pencegahan dan pengendalian infeksi.

Selain itu, anak yang terindikasi mengidap hepatitis akut juga harus dirawat di kamar yang memiliki kamar mandi dan toilet sendiri sampai gejala benar-benar hilang.

"Terapkan 3M. Pastikan makanan dan minuman tidak tercemar dan lindungi anak dari infeksi melalui fekal oral serta saluran napas," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/NOVA WAHYUDI

Pensiun Dini PLTU Batu Bara akan Mencegah Kematian Dini 14,5 Juta Jiwa

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:04 WIB
Untuk Indonesia sendiri diperkirakan sebanyak 110 ribu kematian dini dapat dihindari dengan penghentian operasi PLTU batu...
MI/HO

IDI Siap Berkolaborasi dengan Berbagai Lini untuk Mendukung Pemulihan Kesehatan Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 Mei 2022, 12:32 WIB
IDI selalu siap menjadi mitra strategis pemerintah RI dan dunia dalam kemajuan layanan kesehatan di Indonesia serta membantu kerja sama...
MI/Atalya Puspa

Indonesia Siap Tawarkan Solusi Resiliensi Berkelanjutan di GPDRR 2022

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 25 Mei 2022, 11:53 WIB
Indonesia memang merupakan negara rawan bencana. Sepanjang 2022 saja, telah terjadi sebanyak 1.613 bencana di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya