Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
ADENOVIRUS yang diduga menjadi penyebab dari penyakit hepatitis akut misterius tidak mempan dibasmi menggunakan handsanitizer berbasis alkohol. Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Pusat Organisasi Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Harimat Hendrawan.
"Adenovirus cenderung bertahan lama pada permukaan dan alcohol based handsanitizer tidak bisa menghadapi adenovirus. Ini karena karakteristik adenovirus yang memiliki kapsid yang kebal terhadap alkohol," kata Harimat dalam webinar bertajuk Mengenal Hepatitis Akut Lebih Jauh yang dilaksanakan BRIN, Kamis (12/5).
Baca juga: Tak Hanya Menginap, Kini Tamu Hotel Ingin Pengalaman Bermakna
Diketahui, kapsid merupakan lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Adapun, kapsid merupakan pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari lingkungan luarnya.
Untuk itu, Harimat menyatakan, cara pencegahan penyakit hepatitis akut misterius yakni dengan mencuci tangan pakai sabun dengan air bersih dan menjaga kebersihan lingkungan, makanan, serta menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
"Kalau kita harus ubah pedoman, kita harus diskusikan lagi dengan Kemenkes. Tapi memang ini masih butuh penelitian yang lebih lanjut apakah memang handsanitizer benar tidak dapat membunuh adenovirus," imbuh dia. (OL-6)
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
AMERICAN Academy of Ophthalmology mengungkapkan bahwa penggunaan pembersih tangan atau hand sanitizer yang sering selama pandemi dapat menyebabkan lebih banyak cedera mata.
Menjaga kebersihan tangan merupakan upaya untuk mencegah dan menularkan penyakit pada area sekitar maupun orang lain.
Persyaratan pemberian MPASI tidak hanya mencakup waktu yang tepat dan kebutuhan gizi, tetapi juga aspek keamanan.
Meskipun produk kesehatan, dua produk ini dibuat dengan fabrikasi terbaik dengan desain yang mengutamakan fungsi kesehatan tanpa mengindahkan kenyamanan dan nilai estetik.
Diduga karena meminum oplosan hand sanitizer dan minuman bersoda, dua orang narapidana Lapas Kelas II A Serang meninggal pada Senin (27/11).
Penggunaan antibacterial wipes dianggap lebih efektif dan dapat menjadi solusi untuk kondisi pasca Covid-19 saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved