Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSEKUSI sejumlah kebijakan di lapangan sangat menentukan dalam menciptakan kelancaran arus mudik. Faktor komunikasi dan koordinasi antar para pelaksana dan masyarakat sangat penting.
"Sebagian masyarakat mudik lebih awal merespon anjuran pemerintah, para petugas dari sejumlah instansi yang ditugasi mengawal kelancaran arus mudik dituntut berkoordinasi dengan baik," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/4).
Menurut Lestari, sejumlah kebijakan seperti pemberlakuan ganjil-genap dan arus searah untuk pemudik, mudik gratis dari sejumlah instansi swasta dan pemerintah, kesiapan moda transportasi untuk para pemudik dan kesiapan infrastruktur pendukung mudik lainnya, harus benar-benar bisa direalisasikan sesuai rencana.
Rerie, sapaan akrab Lestari menilai kesiapan para petugas di lapangan dalam menjalankan setiap strategi pengaturan arus mudik harus terus ditingkatkan hingga pengaturan arus balik nanti.
Lebih dari itu, ujar Rerie, dukungan masyarakat dalam bentuk kepatuhan terhadap sejumlah peraturan yang diterapkan sangat dibutuhkan.
Baca juga: Pengguna KRL Jabodetabek Diprediksi Naik 7% Selama Libur Lebaran
Terpenting, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kesiapan para pemudik dalam melakukan perjalanan harus benar-benar diupayakan, agar skenario arus mudik yang lancar bisa direalisasikan.
Menurut Rerie, upaya menyosialisasikan sejumlah strategi yang akan diterapkan juga harus efektif agar dukungan masyarakat dalam menjalankan aturan yang ada bisa maksimal.
Tantangan berupa sosialisasi kebijakan yang mudah dipahami masyarakat dan koordinasi yang baik antara para pelaksana di lapangan, menurut Rerie, harus dijawab lewat disiplin para petugas dalam mengawal jalannya setiap kebijakan arus mudik tahun ini.
Rerie sangat berharap pelaksanaan mudik tahun ini bisa berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan, sehingga mudik tahun ini bisa memberi dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia. (OL-4)
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat sejumlah pencapaian sektor aviasi selama periode angkutan Lebaran 13-29 Maret 2026.
PGN menilai kendaraan berbasis CNG menjadi alternatif energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan, khususnya di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.
Terhitung sejak 11-25 Maret 2026 atau H-10 sampai H+4 Lebaran 2026, total volume lalu lintas mencapai 2.875.280 kendaraan.
Fatalitas kecelakaan Lebaran 2026 turun 28%, namun kecelakaan motor dan kelelahan pengemudi masih jadi ancaman utama di arus mudik-balik.
SEJUMLAH pemudik yang melintasi Jawa Tengah (Jateng) pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 memberikan apresiasi terhadap kondisi infrastruktur jalan serta layanan yang disiapkan.
DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi pada 24 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved