Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyebut pemakaian masker masih diperlukan pada kondisi peralihan dari pandemi covid-19 ke endemi saat ini.
"Kita sudah melalui puncak Omikron dan sekarang masuk peralihan untuk endemi. Yang belum dari kita untuk kondisi endemi adalah masih mengenai (pemakaian) masker," ujar dia dalam webinar bertajuk Persiapan Keluarga untuk Transisi Masa Pandemi ke Endemi, Selasa (12/4).
Prof Zubairi menjelaskan, syarat tercapainya status endemi covid-19, salah satunya adalah risiko penularan yang rendah. Kondisi ini dapat diterjemahkan ke dalam angka kepositifan atau positvity rate mingguan yang kurang dari 3%.
Baca juga: BNPB Sudah Bagikan Belasan Ribu Masker di Masjid Istiqlal
Indonesia, pada Desember hingga Januari lalu, pernah mencapai kurang dari 1%, namun saat kasus Omikron naik, angka kepositifan juga ikut melonjak hingga mencapai 40%.
"Sekarang sudah mulai turun namun belum mencapai yang disebut risiko penularan yang amat rendah, belum sampai 3%," kata Prof Zubairi.
Syarat kedua tercapainya endemi yakni vaksinasi usia dewasa dan usia lanjut lebih dari 70%. Menurut Prof Zubairi, target itu tercapai pada kelompok usia di bawah 60 tahun dan hasil sebaliknya pada kelompok usia di atas 60 tahun.
Di sisi lain, keterisian keterisian tempat tidur (Bed Occupation Rate atau BOR) juga perlu berada pada angka rendah demi tercapainya endemi.
Di Indonesia, angka BOR dikatakan sudah rendah namun belum merata di seluruh wilayah.
Menurut Prof Zubairi, kendati kasus baru covid-19 di Indonesia saat ini berada pada angka 1.196 kasus atau lebih rendah dari sebelumnya yang pernah mencapai puluhan ribu termasuk pada Juli 2021 (sekitar 56 ribu), hal itu jangan membuat masyarakat lengah.
"Peraturan harus ditegakkan dengan baik, perlu didisiplinkan. Kita lihat di Amerika, Australia kalau kita lihat sebelum endemi sudah banyak yang tidak pakai masker. Kita perlu waspada, tidak boleh jumawa, terlalu percaya diri," kata dia.
Di masa peralihan ini, Prof Zubairi mengingatkan mereka yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap untuk segera melengkapi dosisnya termasuk booster bagi orang yang sudah menerima dosis primer.
Di sisi lain, pertemuan dengan orang lain di luar yang serumah sebaiknya diupayakan di luar ruangan. Kalau pun terpaksa dilakukan di dalam ruangan, sebaiknya pastikan sirkulasi udara bagus, termasuk membuka jendela-jendela walaupun ruangan dipasangi AC.
Perilaku hidup bersih dan sehat seperti rutin mencuci tangan dan menutup hidung serta mulut saat batuk atau bersin juga tetap perlu diterapkan.
"Pakai masker bila keluar rumah masih perlu, kalau di kendaraan umum wajib. Kalau nanti sudah endemi kalau kita berolahraga di lapangan atau ruangan terbuka ya tidak perlu lagi nantinya. Namun di kendaraan umum wajib (pakai masker)," kata Prof Zubairi.
Selain itu, dia juga menyarankan masyarakat mengurangi mobilitas ke luar rumah bila tidak begitu penting.
Kemudian, terkait vaksinasi keempat atau booster kedua, hal itu bisa dimungkinkan salah satunya karena tidak semua mereka yang mendapatkan booster pertama memiliki respon imunitas sebaik orang lain.
"Vaksinasi keempat perlu? Mungkin sekali perlu karena tidak semua orang yang divaksinasi booster respon imunitasnya bagus banget. Ada yang gagal, yang gagal perlu keempat, yang kekebalannya rendah (seperti pasien kanker belum remisi lengkap, orang dengan HIV yang belum mulai pengobatan dan orang dengan penyakit autoimun)," papar dia.
Prof Zubairi menambahkan, jika nantinya endemi tercapai, bukan berarti masyarakat bisa kembali ke kehidupan sedia kala. Menurut dia, status endemi adalah tindakan pengendalian keberlanjutan. (Ant/OL-1)
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved