Selasa 12 April 2022, 16:17 WIB

Pemahaman Penegak Hukum dan Masyarakat Tentukan Efektivitas UU TPKS

Mediaindonesia.com | Humaniora
Pemahaman Penegak Hukum dan Masyarakat Tentukan Efektivitas UU TPKS

Antara/Galih Pradipta.
Pimpinan DPR menerima laporan pengesahan RUU TPKS saat Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (12/4).

 

KEHADIRAN Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) harus diikuti pemahaman yang menyeluruh aparat penegak hukum dan masyarakat dalam penerapannya. Dengan demikian, kehadiran beleid itu efektif mencegah dan menuntaskan kasus kekerasan seksual di Tanah Air.

"Perjalanan panjang itu akhirnya berujung. DPR dalam Rapat Paripurna hari ini menyetujui UU TPKS untuk disahkan sebagai undang-undang. Namun efektivitas beleid yang diharapkan mampu melindungi setiap warga negara dari tindak kekerasan seksual ke depan sangat bergantung pada pemahaman para penegak hukum dan masyarakat dalam penerapannya," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/4).

Gagasan pertama kali untuk membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait tindak kekerasan seksual disuarakan oleh Komnas Perempuan. Mereka mengeklaim usulan itu ada pertama kali pada 2012. Namun, empat tahun kemudian tepatnya pada Mei 2016, gagasan Komnas Perempuan itu baru dapat dibahas di DPR. Salah satu RUU yang diusulkan Partai NasDem itu akhirnya disepakati DPR untuk disahkan sebagai undang-undang pada Selasa (12/4/2022).

Menurut Lestari, tugas terpenting setelah UU TPKS disahkan yaitu memberi pemahaman yang utuh kepada para penegak hukum dan masyarakat terkait pasal-pasal dalam undang-undang tersebut. Karena itu, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, upaya menyosialisasikan UU TPKS harus segera dilakukan agar efek pencegahan dan perlindungan yang diharapkan bisa segera dirasakan secara luas.

Menurut Rerie, setelah disahkan menjadi undang-undang para pemangku kepentingan harus segera memanfaatkan UU TPKS dalam proses penegakan hukum hingga menciptakan efek jera bagi pelakunya. Penuntasan kasus kekerasan seksual dengan efek jera bagi pelakunya, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diharapkan mampu segera menekan potensi meningkatnya kasus-kasus tindak kekerasan seksual di masyarakat.

 
Apalagi, tegas Rerie, selama ini tindak kekerasan seksual mayoritas menyasar perempuan dan anak, baik laki-laki maupun perempuan, yang kita harapkan mereka dapat memikul tanggung jawab di masa depan. Bila angka kasus kekerasan seksual terus turun, ujar Rerie, kita sebagai bangsa bisa berharap masa depan generasi penerus kita di masa datang akan lebih baik dari hari ini. (OL-14)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Perkembangan Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Perkokoh Nilai Kebangsaan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:30 WIB
Daya adaptasi dan inovasi yang mumpuni dari setiap anak bangsa yang didasari nilai-nilai kebangsaan sangat dibutuhkan untuk menjawab...
ANTARA/Nova Wahyudi

Hari Ini 3.683 Jemaah dari 7 Kloter Diberangkatkan ke Arab Saudi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 17:15 WIB
Rencana keberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang 2, Minggu, (26/6) Juni 2022 akan diberangkatkan sebanyak 9 kloter dari 7...
Ist

Sandiaga Uno: Desa Wisata Loang Baloq Paduan Ekraf dan Kearifan Lokal 

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 15:42 WIB
Lokasi Desa Wisata Taman Loang Baloq cukup strategis. Dari Lombok International Airport Praya sekitar 30 menit menggunakan mobil menuju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya