Jumat 01 April 2022, 21:40 WIB

Orang yang Dibesarkan dalam Kota Lebih Buruk tentang Navigasi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Orang yang Dibesarkan dalam Kota Lebih Buruk tentang Navigasi

Antara/Iggoy el Fitra.
Sejumlah anak bermain bola di Desa Sikapak Timur, Kota Pariaman, Sumbar.

 

ORANG yang dibesarkan di perdesaan memiliki kepekaan arah dan keterampilan navigasi yang lebih baik daripada mereka yang dibesarkan di kota. Ini menurut penelitian, Rabu (30/3).

Untuk mengetahui bagaimana lingkungan masa kanak-kanak memengaruhi kemampuan navigasi, para ilmuwan mengamati hampir 400 ribu orang dari 38 negara memainkan video game seluler yang dirancang untuk penelitian ilmu saraf. Pemain gim Sea Hero Quest harus menavigasi perahu untuk menemukan pos pemeriksaan di peta, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature.

"Kami menemukan bahwa tumbuh di luar kota tampaknya baik untuk pengembangan kemampuan navigasi. Ini tampaknya dipengaruhi oleh kurangnya kompleksitas banyak jaringan jalan di kota," kata pemimpin peneliti Hugo Spiers dari University College London.

Penulis utama Antoine Coutrot dari University of Lyon mengatakan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ketika tikus tumbuh di kandang dengan jalur kompleksitas yang berbeda, "Kapasitas kognitif tertentu di otak mereka, termasuk navigasi spasial, juga dimodifikasi." Namun, manusia sedikit lebih sulit untuk dipelajari karena, "Kami tidak dapat mengunci mereka di kandang," katanya kepada AFP.

Jadi para peneliti menggunakan Sea Hero Quest yang dibuat pada 2016 untuk mempelajari penyakit Alzheimer dan sejak itu telah dimainkan oleh hampir empat juta orang. Coutrot mengatakan orang-orang yang tumbuh di daerah perdesaan mendapat skor lebih baik karena, "Perdesaan ialah lingkungan yang agak kompleks karena sangat tidak teratur, dengan jarak yang lebih jauh, yang berarti Anda harus mengingat rute Anda."

Baca juga: Kekebalan Hibrida Berikan Perlindungan Terbaik dari Covid-19

Namun, orang-orang yang dibesarkan di kota-kota yang lebih kompleks seperti Paris dan Praha memiliki navigasi jauh lebih baik daripada mereka yang berasal dari kota-kota dengan rencana jalan berbasis jaringan yang teratur seperti Chicago, tambahnya. Orang dewasa masih dapat meningkatkan rasa arah mereka di kemudian hari jika mereka mengusahakannya. "Ini seperti belajar bahasa lain, yang akan jauh lebih mudah jika Anda mempelajarinya ketika masih muda," kata Coutrot.

Para peneliti juga mengembangkan versi baru dari gim yang disebut City Hero Quest untuk menguji nasib penduduk kota di lingkungan alami mereka. Orang-orang yang dibesarkan di kota memang mengelola rencana jalan grid dengan lebih baik daripada mereka yang dibesarkan di perdesaan, tetapi perbedaannya tidak terlalu mencolok seperti sebaliknya. (OL-14)

Baca Juga

Dok. AMJO 3

Art Moments Jakarta Online 3 Hadirkan Malam Spesial untuk Pencinta Seni dan Fesyen

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:09 WIB
acara daringnya bergulir pada 10 Juni hingga 31 Agustus 2022 dan dapat diakses di...
ANTARA/Didik Suhartono

Kasus PMK: 283.606 Ekor Sapi Terjangkit PMK di 19 Provinsi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 16:09 WIB
Kasus dengan jumlah tertinggi di provinsi Jawa Timur sebanyak 114.921 kasus, NTB sebanyak 43.282...
ANTARA

Ini Fatwa MUI Tentang Hukum Hewan Kurban Saat Wabah PMK

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 15:52 WIB
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban Idul Adha tahun ini aman, nyaman sehingga tidak terlalu khawatir adanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya