Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Progres Capai 82 Persen, MRT Glodok–Kota Ditargetkan Rampung Semester I 2027

Basuki Eka Purnama
02/2/2026 10:59
Progres Capai 82 Persen, MRT Glodok–Kota Ditargetkan Rampung Semester I 2027
PT Hutama Karya (Persero) menjalankan pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota MRT Jakarta.(ANTARA/HO - Hutama Karya)

PEMBANGUNAN jalur kereta bawah tanah Jakarta terus menunjukkan tren positif. PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa progres pembangunan Stasiun MRT Glodok dan Stasiun MRT Kota kini telah mencapai 82%. Proyek yang menjadi bagian vital dari pengembangan MRT Jakarta Fase 2A ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada semester I 2027.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengungkapkan bahwa pengerjaan di lapangan saat ini tengah difokuskan pada penyelesaian detail struktur dan sistem pendukung stasiun.

“Hingga Rabu (28/1), kami mencatatkan progres 82%. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan pekerjaan struktur entrance, pekerjaan arsitek dan mechanical, electrical, plumbing (mep) stasiun. Kehadirannya nanti akan memberi manfaat nyata bagi mobilitas warga dan penataan transportasi publik perkotaan,” ujar Mardiansyah dalam keterangan resmi, Senin (2/2).

Konektivitas Kawasan Bersejarah

Proyek ini mencakup pembangunan koridor sepanjang 1,33 km yang menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar hingga Stasiun MRT Jakarta Kota. 

Sebagai bagian dari paket kontrak CP 203, pembangunan ini mengemban misi besar: memperkuat konektivitas di kawasan Kota Tua sekaligus menyediakan pilihan transportasi yang lebih tertib dan efisien.

Mengingat lokasinya yang berada di jantung pusat kota yang padat, pembangunan ini tidak hanya fokus pada jalur kereta. Rancangan stasiun ini juga mengedepankan integrasi antarmoda yang matang. 

Penataan akses pejalan kaki dan koneksi menuju layanan transportasi lain di sekitar kawasan menjadi prioritas untuk meningkatkan kenyamanan perpindahan moda bagi masyarakat.

Kolaborasi Strategis

Keberhasilan mencapai angka 82% ini tidak lepas dari kolaborasi internasional. Hutama Karya menggarap paket CP 203 ini melalui skema joint operation bersama mitra asal Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC–HK JO), dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai penyelenggara proyek. Sinergi ini memastikan pekerjaan teknis di area yang sangat padat tetap berjalan rapi dan presisi.

Dampak bagi Mobilitas dan Ekonomi

Kehadiran Stasiun Glodok dan Kota diproyeksikan akan mengubah cara warga bergerak di pusat Jakarta. Dengan transportasi publik yang terintegrasi, waktu tempuh menjadi lebih terprediksi dan kepadatan lalu lintas di titik-titik macet diharapkan berkurang secara signifikan.

Lebih jauh lagi, konektivitas yang kuat di area ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi di destinasi wisata Kota Tua, pusat kuliner, dan area perdagangan Glodok. 

Dengan desain yang berorientasi pada pengguna, diharapkan perpindahan antar moda pada jam sibuk dapat terasa mulus, aman, dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya