Jumat 01 April 2022, 07:32 WIB

Dengan Komunikasi Tanpa Tekanan, Masalah Keluarga Mudah Diatasi

mediaindonesia.com | Humaniora
Dengan Komunikasi Tanpa Tekanan, Masalah Keluarga Mudah Diatasi

Ist/Siloam Hospitals
Psikolog dari Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Rachel Chalista FD. Hersa, S.Si, M.Psi.

 

KELUARGA merupakan suatu sistem pendukung yang terbaik. Pasalnya, setiap anggota keluarga sejatinya akan saling menjaga, memberikan dukungan dalam segala kondisi.

Misalnya, saat salah satu anggota keluarga sedang mengalami masalah, tentunya anggota keluarga lainnya, seperti ayah, Ibu, kakak, atau adik senantiasa akan mendukung dan mendampingi melewati permasalahan tersebut. 

"Orangtua diharapkan berperan sebagai coach yang mengarahkan dan memfasilitasi anak dalam meraih masa depannya. Di samping itu, dengan tidak melupakan bahwa sang anak juga merupakan seorang individu yang utuh," kata Rachel Chalista FD. Hersa, S.Si, M.Psi pada acara Bincang Sehat yang digelar Siloam Hospitals Lippo Cikarang, Kamis (31/3).

"Sebagai seorang individu, tentunya memiliki masalah pribadi, cara pandang dan cara berpikir pribadi yang utuh, di mana mereka juga memiliki cita-cita dan keinginan serta impian masa depan mereka sendiri. Hal ini yang perlu diterima dan dipahami oleh orang tua di masa-masa ini," papar Rachel.

Baca juga: Social Distancing Pengaruhi Tiga Aspek Tumbuh Kembang Anak

Seperti ketahui bahwa kepribadian dibentuk melalui lingkungan. Demikian juga kepribadian seorang anak tidak hanya tercipta dari sejumlah kebiasaan, pola hidup atau pola asuh di rumah. Anak juga bertemu dan menjalin relasi dengan teman-temannya di sekolah.

Selain itu juga saat anak berinteraksi melalui lingkungannya dimanapun mereka berada. Itu semua adalah faktor-faktor penting yang dapat membuat anak menjadi pribadi yang nantinya bertumbuh dewasa secara matang sesuai dengan usia perkembangannya.

"Kepbribadian seorang anak akan terbentuk dalam berbagai ketrampilan dari pengalaman hidup yang dihadapinya, seperti saat mengambil keputusannya, menyelesaiakan masalah, berani ambil resiko, memimpin sesuatu, bertanggung jawab terhadap, dan lainnya," ucap psikolog yang juga berpraktik di Siloam Hospitals Lippo Cikarang.

"Selain menjadi sistem pendukung yang terbaik, keluarga juga mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting yaitu menjadi pendukung terhadap fungsi sosial di sekeliling mereka, bahkan susunan keluarga juga dapat berfungsi sebagai pendukung ekonomi dan mendukung fungsi ketertiban juga stabilitas," katanya.

Selesaikan konflik dengan Komunikasi

Menurut Rachel, secara dinamika bisa digambarkan bahwa di dalam setiap keluarga pasti akan terjadi atau timbul konflik yang tidak bisa dihindari.

"Namun pada saat seseorang menyadari bagaimana solusi tidak harus segera tuntas saat itu, maka konflik akan dapat lebih cepat tertangani dan memberikan rasa nyaman oleh pihak yang berkonflik," jelasnya.

"Setiap pihak akan merasa tidak di bawah tekanan atau paksaan harus menyelesaikan konflik saat itu," ujar Rachel.

Namun seiring waktu berjalan untuk sama-sama berpikir jalan keluar yang terbaik baik permasalahan yang menyebabkan konflik tersebut, baik antara suami istri, ataupun orang tua dan anak.

Dengan demikian setiap anggota keluarga akan merasa nyaman menjadi pribadinya yang memiliki tujuan yang satu dalam sebuah keluarga.

"Dalam hal masalah konflik komunikasi antara suami istri harus disadari bahwa sebenarnya masalah itu tidak harus selesai semuanya, tapi setidaknya kita bisa menanganinya," tutur Rachel. 

Psikolog dari Siloam Hospitals Lippo Cikarang menambahkan, pada saat sang anak dapat menyerap cara berkomunikasi kepada orang tuanya dan nyaman di dalam dirinya, maka itu akan menjadikan dia paham bagaimana cara berkomunikasi.

Ketika anak merasakan kenyamanan berkomunikasi kepada orangtuanya maka anak itu akan menerapkannya di lingkungan sekolah.

"Dalam hal ini orang tua sebagai coach harus memberikan ruang gerak dan ruang untuk menampilkan ide-idenya agar dapat diterapkan serta diaplikasikan pada sang anak," tutur Rachel,.

"Untuk itu kita harus dapat menciptakan rasa nyaman terlebih dahulu di dalam komunikasi. Karena dalam menjalin relasi harus disertai dengan komunikasi yang baik dan nyaman," imbuh Rachel mengingatkan. 

Sesuaikan kemampuan

Terkait dalam hal fungsi dan manfaat keluarga dalam masyarakat, fungsi sosial, ekonomi, fungsi ketertiban dan stabilitas.

"Maka dalam keluarga maka kita sebagai individu perlu memiliki self awareness (kesadaran akan keberadaan diri) bahwa kita mempunyai kekuatan dan kelemahan," kata Rachel.

Di dalam setiap keluarga diharapkan dapat memiliki keinginan untuk membantu, yang harus dipahami adalah dalam hal membantu harus sesuai kemampuan kita.

Betapa penting peran keluarga sebagai sistem yang terkecil di Lingkungan sosial masyarakat yaitu berperan dalam membangun stabilitas, membangun sistem yang lebih besar dan utuh di Lingkungan.

"Sehingga dengan adanya keluarga-keluarga yang bertumbuh dengan pola komunikasi yang sehat, maka akan tercipta lingkungan masyarakat yang dewasa dalam berelasi di lingkungan dan lingkungan masyarakat kita menjadi harmonis, sehat, nyaman, dan bahagia," tuturnya. (RO/OL-09)
 

Baca Juga

Antara

Kasus Covid-19 Nasional Bertambah 1.831 Orang

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:40 WIB
Sedangkan, untuk kasus aktif bertambah 754 sehingga menjadi 13.968...
Antara

Ibu Hamil dan Menyusui Harus Berhati-Hati dalam Memilih Skincare

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:24 WIB
Penggunaan bahan tertentu pada produk skincare, tidak langsung terdeteksi melalui USG dan dikhawatirkan mengganggu perkembangan otak...
Antara

Menkes: Berantas Narkoba, Wujudkan Generasi Unggul

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:10 WIB
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang berperan penting dalam program pembangunan negara. Pada 2030, Indonesia akan mencapai bonus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya