Senin 28 Maret 2022, 11:55 WIB

Prof. Kusnandi: Syarat Vaksinasi Covid-19 Mudik Justru Melindungi Masyarakat

mediaindonesia.com | Humaniora
Prof. Kusnandi: Syarat Vaksinasi Covid-19 Mudik Justru Melindungi Masyarakat

TOTO/unpad.ac.id
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19, Prof. Dr. dr. Kusnandi Rusmil Sp.AK. MM.

 

PRESIDEN Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan, Rabu  (23/3) memperbolehkan masyarakat untuk mudik merayakan hari raya Idul Fitri 2022 ini.

Beberapa syarat perjalanan di masa pandemi ini mulai diperlonggar seperti tidak perlu melakukan tes antigen apabila sudah mendapat vaksin booster, dan apabila baru mendapat vaksinasi lengkap dua dosis perlu ditambah hasil negatif tes antigen.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ketika masyarakat diimbau agar tidak mudik untuk menekan laju penularan covid-19.

Pemberian vaksinasi booster yang sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2022, merupakan upaya membentuk perlindungan tambahan bagi masyarakat Indonesia.

Dari hasil uji klinis vaksin yang sudah dilakukan di Bandung dan digawangi ahli vaksinasi dari Universitas Padjajaran menunjukkan, setelah enam bulan suntikan kedua kadar antibodi yang terbentuk turun.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Booster Penting untuk Ibu Hamil

“Berdasarkan data inilah saya mengusulkan ke Bio Farma, setelah enam bulan mendapatkan vaksinasi dua dosis, harus ada vaksinasi lanjutan atau booster,” ujar Prof. Dr. dr. Kusnandi Rusmil Sp.AK. MM., Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dalam keterangan pers, Senin (28/3).

Vaksinasi booster ini menurut Prof. Kusnandi akan meningkatkan imunitas dan apabila tertular penyakit covid-19 gejalanya ringan.

Sehingga pada dasarnya pemerintah bertujuan untuk menjaga agar masyarakat aman, oleh karena itulah program vaksinasi booster diluncurkan awal Januari 2022.

“Dari hasil penelitian uji klinis vaksin covid-19 di Bandung, vaksinasi ketiga ini bahkan tidak perlu sampai satu dosis, setengah dosis saja sudah cukup. Dengan begitu program ini jadi efektif secara budget, dan pemerintah memberikan program vaksinasi booster secara gratis,” ujar Prof. Kusnandi.

Penguatan anti bodi dari suntikan vaksin booster covid-19, menurut Prof. Kusnandi, dinilai sangat tinggi.

Efektivitas vaksinasi booster menurut hasil penelitian tim Prof. Kusnandi menunjukkan angka 80% - 90%. Sedangkan efektivitas vaksinasi dua kali sekitar 65%. Juga teruji secara klinis, semua vaksin yang saat ini digunakan pemerintah aman dan efektif.

Sehingga Prof. Kusnandi menilai aturan setelah booster tidak perlu menggunakan antigen untuk syarat perjalanan cukup adil. Justru hal ini mempermudah masyarakat.

“Sekarang itu syarat perjalanan sudah tidak rumit. Semua boleh melakukan perjalanan. Bahkan lebih aman kalau sudah booster. Hal ini perlu dilihat dari kaca mata pemerintah memberikan perlindungan, bukan mempersulit masyarakat. Suntikan ketiga ini juga tidak bayar, jadi pemerintah maksudnya baik,” kata Prof. Kusnandi. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. McDonald’s Indonesia

Tingkatkan Literasi, McDonald’s Indonesia Berikan Beasiswa Pelatihan untuk 1.200 Guru SD

👤Indrastuti 🕔Minggu 26 Juni 2022, 09:15 WIB
Pelatihan akan diselenggarakan pada 27 Juni-1 Juli 2022 secara online, dengan dua tema yaitu kelas Pedagogik Sains dan kelas Asesmen...
ANTARA/AMPELSA

Pendidikan dalam Keluarga Faktor Utama Pencegahan Anak pada Narkotika

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:50 WIB
Fungsi pendidikan dalam keluarga tidak bisa berjalan dengan baik jika komunikasi antara anak dan orang tua macet atau...
ANTARA/NOVRIAN ARBI

KKHI Laporkan Enam Calhaj Meninggal di Daker Mekkah

👤Humaniora 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:10 WIB
Sebagian besar calon haji yang meninggal diakibatkan penyakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya