Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TUBERKULOSIS (TB) menjadi salah satu dari 10 penyakit menular paling mematikan di dunia. Berdasarkan laporan Global Tuberculosis Report yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021, ada 9,9 juta kasus TB di dunia.
Indonesia menjadi negara ketiga di dunia dengan kasus TB terbanyak setelah India dan Tiongkok, dengan jumlah kasus sebanyak 824.000.
“Tadinya, jumlah kasus dan kematian akibat TB sudah turun di wilayah kerja WHO Asia Tenggara sepanjang 2018-2019. Hingga pada 2020 pandemi covid-19 menurunkan pencapaian penanggulangan TB," ujar Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Yarsi dalam keterangan pers, Jumat (25/3).
"Global Tuberculosis Report 2021 secara tegas memperingatkan kita agar kembali berkomitmen dalam penanganan TB," jelasnya.
"Dalam kesimpulan laporan tersebut disebutkan dunia saat ini notabene jauh dari jalur yang benar untuk penanggulangan TB, dengan catatan orang yang didiagnosis TB berkurang, korban meninggal pun meningkat akibat TB,” ujar Prof. Tjandra.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Jadi Faktor Lambatnya Penanganan Stunting
Menurut Prof. Tjandra, momentum Indonesia sebagai presidensial konferensi tingkat tinggi G20 menjadi titik krusial untuk membahas serta menetapkan langkah-langkah penanggulangan TB secara global dan juga di Indonesia.
G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.
Salah satu rangkaian forum tingkat tinggi yang diselenggarakan tahun ini di Indonesia adalah Health Working Group Meeting (HWG) I yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 28-30 Maret 2022 mendatang.
Selain membahas tentang arsitektur kesehatan global sebagai salah satu agenda utama G20 tahun ini, forum HWG I G20 ini juga akan membahas TB secara khusus pada side event yang akan berlangsung 29-30 Maret 2022.
“Apa yang bisa kita hubungkan antara TB dengan presidensi G20 yang saat ini berlangsung di Indonesia? Pertama, tentunya pada G20 ini nantinya kita ingin agar investasi untuk penanggulangan TB di dunia maupun di Indonesia secara angka bisa disepakati di akhir pertemuan G20. Ini agar TB di dunia maupun di Indonesia bisa segera tereliminasi di 2030,” ujar Prof. Tjandra.
Menurut data organisasi The Golbal Fund, dampak bencana covid-19 berimbas cukup signifikan pada investasi melawan TB secara global. Pada 2020 saat pandemi covid-19 pertama kali melanda dunia, angka perawatan drug-resistant TB pada negara-negara yang mendapat investasi dari Global Fund, turun sebesar 19%.
Lalu investasi untuk perawatan lanjutan bagi pasien drug-resistant TB tercatat turun sebesar 39%. Sedangkan jumlah perawatan pasien HIV-Positif TB turun sebesar 16%.
Padahal di tahun 2018 sebelum pandemi covid-19, pada Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk Tuberculosis (United Nation High-Level Meeting on TB/UNHLM), pemimpin dunia sudah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD15 miliar, tapi yang baru terealisasi kurang dari setengahnya hingga saat ini.
“Presidensi G20 2022 ini tentunya punya dampak yang besar karena anggotanya merupakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain itu 50% masalah TB ada di negara-negara anggota G20. Inilah alasan kuat yang bisa kita angkat dalam pembahasan di G20 tahun ini,” tambah Prof. Tjandra.
Prof. Tjandra mengharapkan Indonesia bisa keluar dengan pembahasan review target mengakhiri endemi tuberculosis di 2030. Tidak hanya mengusung isu ini ke pemimpin dunia, tapi Indonesia bisa tuntas membahas komitmen dengan langkah-langkah apa yang bisa diakukan hingga 2030 mendatang.
“Poin lainnya, kita tahu bahwa dengan adanya pandemi covid-19, penanganan TB jadi sedikit terbengkalai. Tapi sebenarnya apa yang dipelajari dari pandemi covid-19 ini bisa kita terapkan pada penanganan TB, terutama dalam hal kolaborasi antar lembaga," paparnya.
"Ada inisiatif dan peluang yang bisa kita contoh dalam upaya penanganan pandemi covid-19 untuk bisa kita terapkan dalam eleminasi TB di 2030 mendatang. Kalau kita bisa berperan penting dalam G20 terutama dalam pembahasan elminasi TB, maka harapannya target bisa tercapai dengan baik,” tutup Prof. Tjandra. (Nik/OL-09)
BENCANA banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat benar-benar membawa luka mendalam dan dampak pada berbagai sisi kehidupan.
Ketua Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan India akan memberikan bimbingan teknis bagi program makan bergizi gratis atau mbg
Menurut Tjandra Yoga Aditama, terdapat sedikitnya tiga kemungkinan titik kritis yang dapat menjadi penyebab keracunan dan harus dianalisis secara mendalam.
Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa cacar monyet atau monkey pox (mpox) bukan lagi darurat kesehatan atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)
Ahli jelaskan Pentingnya Pemeriksaan Dahak Pasien TB yang Picu Kekerasan Dokter di RSUD Sekayu
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan pemberian tunjangan khusus kepada dokter spesialis, perlu diatur secara bijak. Jumlah itu bisa saja tak cukup
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved