Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM pemberdayaan masyarakat dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, terus dilakukan Relawan Teman Sandi. Minggu (20/3), kegiatan dilakukan di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Ketua DPD Teman Sandi Sumatera Utara, Akhyat Fachri mengatakan kali ini Teman Sandi menggelar beberapa kegiatan seperti Binjai Kriya Show, pelatihan batik jumputan, pemberian bantuan sosial, serta Borong PKL (Pedagang Kaki Lima). Binjai Kriya Show dan pelatihan batik jumputan dilaksanakan di Cengkeh Turi, Binjai Utara, Kota Binjai.
Ajang Binjai Kriya Show dihadiri beberapa komunitas seperti Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP), Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Wanita Wirausaha Binjai, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Binjai, dan Binjai Kota Bersama.
"Dalam kegiatan ini, ditampilkan beberapa produk fashion serta asesorinya. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan Teman Sandi kepada UMKM dan wirausaha muda. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian Teman Sandi terhadap kalangan milenial," jelasnya.
Sedangkan pelatihan pembuatan batik jumputan diikuti peserta yang merupakan gabungan generasi milenial dan kelompok ibu-ibu. "Disini kita gabungkan generasi tua dan generasi muda agar dapat saling berkolaborasi satu dengan yang lainnya. Tujuannya untuk melatih kreativitas dan produktivitas masyarakat, membekali kemampuan, serta melestarikan budaya daerah" terang Akhyat Fachri.
Adapun kegiatan sosial yang digelar berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Jalan Timba Perjuangan. Bantuan juga diberikan kepada Panti Asuhan Al-Wasliyah yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yanim Binjai Kota. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang tunai.
Sedangkan kegiatan Borong PKL (Pedagang Kaki Lima) yang dilaksanakan di Jalan Dr. Wahidin. Di lokasi ini, Teman Sandi memborong semua dagangan PKL. (OL-15)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved