Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER kandungan (obgyn) Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais Dinda Derdameisya mengatakan ibu di era digital menjadi semakin kritis dan menginginkan informasi cepat atas pertanyaan seputar kehamilan hingga parenting dan motherhood.
"Para ibu masa kini bisa dibilang sangat jeli dalam mencari informasi dan menerima informasi baik secara online maupun informasi dari sumber lainnya. Selain itu, mereka juga selalu ingin tahu solusi cerdas dari permasalahan yang sedang mereka alami secara cepat," kata Dinda, dikutip Rabu (16/3).
"Namun, tidak jarang pula ibu menjadi overwhelmed dengan derasnya informasi yang mudah ia dapatkan tersebut," imbuh dokter kandungan lulusan Universitas Indonesia itu.
Baca juga: Ini Cara Hadapi Mom Shaming Usai Melahirkan
Karakteristik itu, lanjut dia, mendorong para ibu muda ini mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk kemudian disaring dengan validasi dari dokter.
Psikolog keluarga dan anak Samanta Elsener menambahkan, selain pentingnya mendapatkan informasi yang terpercaya, adanya dukungan yang mampu diandalkan juga mempermudah perjalanan ibu serta menjaga kebahagiaannya.
"Para ibu membutuhkan sumber dukungan terpercaya sehingga mampu menyeimbangkan waktunya untuk dapat menjalani perannya sebagai ibu dengan sebaik mungkin," kata Samanta.
"Selain mendapatkan dukungan dari keluarga, kerabat maupun dari platform digital, perlu diketahui juga bahwa ibu yang bahagia adalah ibu yang bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya. Untuk mencapai hal tersebut penting bagi ibu untuk memperhatikan dirinya (self-care) serta mencintai dirinya sendiri (self-love)," imbuhnya.
Selebritas yang juga seorang ibu muda, Tasya Kamila mengatakan, menjadi seorang ibu adalah perjuangan seumur hidup yang penuh dengan suka duka dan membutuhkan dukungan di setiap tahap perjalanan keibuannya.
Ketika kebutuhan ini terpenuhi, tentunya para ibu dapat memiliki waktu
untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri dan dengan demikian, mampu memberikan yang terbaik untuk anaknya.
"Melihat anak saya, Arrasya, tumbuh dengan sehat, ini bisa dibilang adalah kebahagiaan utama, terlebih karena naluri sebagai seorang ibu itu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak," kata Tasya.
"Namun, kita juga harus sadar bahwa wellbeing ibu juga berpengaruh besar terhadap kualitas tumbuh kembang anak," imbuhnya. (Ant/OL-1)
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved