Senin 07 Maret 2022, 22:00 WIB

Anak Rentan Terpapar Konten yang Tidak Sesuai Usianya 

Mediaindonesia.com | Humaniora
Anak Rentan Terpapar Konten yang Tidak Sesuai Usianya 

MI/Saskia ANindya Putri
Aksi edukatif mendorong pengawasan konten pada anak

 

DEPUTI Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni mengatakan, di tengah derasnya arus informasi, anak-anak rentan mengakses konten yang tidak sesuai dengan usianya. 

"Pada saat yang sama ada kekhawatiran akan derasnya arus informasi yang dapat diakses dengan cepat dan mudah sebagai dampak dari pesatnya kemajuan teknologi informasi, yaitu adanya kemungkinan anak-anak mengakses informasi-informasi yang mungkin tidak sesuai dengan usianya mulai dari berita hoaks hingga konten informasi yang mengandung unsur pornografi, kekerasan dan radikalisme," ujar Erni melalui siaran pers di Jakarta, Senin (7/3). 

Dia menegaskan, anak-anak berhak mendapatkan informasi yang layak untuk mereka. 

Dijelaskannya, informasi layak anak (ILA) adalah informasi yang sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan terkait dengan perkembangan jiwa dan sosial anak mengikuti perkembangan usia dan kematangannya. 

Erni mengatakan jika anak-anak secara terus menerus terpapar berbagai konten termasuk konten negatif tersebut tanpa adanya pengawasan yang tepat dari orang tua atau orang dewasa lain yang bertanggungjawab maka dapat menimbulkan dampak negatif pada anak, mulai dari kecanduan gawai hingga menjadi korban cyber bullying, cybercrime, kejahatan berbasis gender online hingga kejahatan seksual. 

Pihaknya mengatakan pemerintah turut bertanggungjawab untuk memberikan informasi yang layak bagi anak. 

Baca juga : Kasus Kekerasan Perempuan Terus Meningkat, Pencegahan dan Penanganan Melempem

"Menyediakan dan memberikan informasi yang layak bagi anak menjadi tanggung jawab kita semua sebagai Pemerintah dan Pemerintah Daerah, sebagai orang tua, keluarga serta sebagai bagian dari masyarakat luas," imbuhnya. 

Informasi yang layak atau informasi yang cerdas akan menghasilkan anak-anak Indonesia yang berkualitas untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. 

Kemen-PPPA pun terus melakukan berbagai upaya agar anak-anak tetap mendapatkan haknya atas informasi yang layak dan cerdas. 

Penyediaan ILA juga menjadi salah satu indikator sebuah Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA). 

Selain itu untuk mewujudkan pemenuhan hak anak atas ILA tersebut, Kemen PPPA telah mengembangkan konsep Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). PISA merupakan pusat informasi dengan fokus pada penyediaan informasi terintegrasi yang dibutuhkan oleh anak dengan pendekatan pelayanan yang ramah anak. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Kasus Covid-19 Nasional Bertambah 1.831 Orang

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:40 WIB
Sedangkan, untuk kasus aktif bertambah 754 sehingga menjadi 13.968...
Antara

Ibu Hamil dan Menyusui Harus Berhati-Hati dalam Memilih Skincare

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:24 WIB
Penggunaan bahan tertentu pada produk skincare, tidak langsung terdeteksi melalui USG dan dikhawatirkan mengganggu perkembangan otak...
Antara

Menkes: Berantas Narkoba, Wujudkan Generasi Unggul

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:10 WIB
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang berperan penting dalam program pembangunan negara. Pada 2030, Indonesia akan mencapai bonus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya