Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 26 - 27 Februari 2022.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Utara-Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat-Utara dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka, Laut Flores, perairan Kep. Sermata, perairan Kep. Babar, Laut Banda, dan Laut Arafuru," kata Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko dalam keterangannya, Sabtu (26/2).
Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di perairan Lhokseumawe, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Bali - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan P. Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Laut Sawu, Selat Sumba, Selat Ombai, Samudra Hindia Selatan NTB - NTT, perairan Kep. Anambas, perairan selatan Kep. Natuna.
Laut Natuna, perairan utara Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar, perairan barat Sulawesi Selatan, perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan utara Flores, Laut Sulawesi, perairan Bitung, Laut Maluku bagian selatan, perairan Kep. Banggai - Kep. Sula, Laut Seram, perairan P. Buru - P. Ambon - P. Seram, perairan Kep. Kai - Kep. Aru, perairan Fakfak - Kaimana, perairan Amamapere - Agats, perairan utara Papua.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia
Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka, perairan utara Sabang, Laut Natuna Utara, perairan utara Kep. Natuna, perairan selatan Jawa Barat - Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Banten - Bali, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Kep. Sitaro, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua, Laut Banda, perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah - timur.
"Gelombang yang sangat tinggi kisaran 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Laut Arafuru bagian barat," sebutnya.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter).
Selanjutnya Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter), dan Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter).
"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya.(OL-5)
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved