Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENUJU Indonesia emas pada 2045 menjadi tanggung jawab semua pihak. Terlebih ada bonus demografi yaitu anak muda saat ini menjadi tulang punggung yang akan membawa Indonesia mencapai tujuan sebagai negara yang maju di 2045.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat mengatakan tentang tantangan milenial mengenai ketenagakerjaan. "Bagaimana kita bisa menempatkan ini semua sebuah konteks, sehingga menuju 2045 betul betul kita siap dan tenaga kerja kemudian seluruh sumber daya dan anak bangsa dapat memiliki pijakan dan kemampuan optimalisasi sumber daya," ujarnya dalam Forum Diskusi Denpasar 12, melalui virtual, Rabu (16/2).
Lebih lanjut dirinya mengatakan, kondisi pandemi covid-19 menjadi krisis yang perlu dihadapi bersama karena berakibat langsung dengan kesejahteraan hingga ekonomi. "Covid-19 sudah mengubah lansekap dari seluruh kehidupan manusia, termasuk makin meningkatkannya angka pengangguran di usia produktif," jelasnya.
Menurut data yang ia sampaikan, tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15-25 tahun pada 2020-2021 mencapai 18,03%. "Angka tersebut mengalami kenaikan dan saat ini perlu dipersiapkan bagaimana kita ke depan," imbuhnya.
Selain itu, menyambut bonus demografi pada 2030, banyak sekali tantangan yang perlu diperhatikan. Rerie menjelaskan saat ini lompatan teknologi yang mengubah seluruh tatanan dan cara bekerja manusia perlu menjadi perhatian khusus bersama. "Ini tentu tugas semua pihak. Negara sendiri tetap harus menjamin lapangan pekerjaan untuk menjamin salah satu hal utama menunjang kehidupan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo memaparkan pandemi covid-19 mengakselerasi shifting tenaga kerja dari sektor formal ke sektor informal serta meningkatkan pengangguran. Menurutnya, perlindungan tenaga kerja informal lebih sulit dibandingkan melindungi tenaga kerja sektor formal.
Tren data tenaga kerja yang aktif BPJamsostek, pada 2019 terdapat 34,17 juta pada 2021 turun menjadi 30,66 juta. "Pekerja sektor informal yang keluar dari sektor formal, itu belum masuk lagi di BPJamsostek," jelasnya.
Lebih lanjut, tantangan tenaga kerja sektor informal dalam jaminan sosial ketenagakerjaan karena tidak memiliki hubungan industrial dan belum sadar bahwa mereka rentan terhadap risiko kerja, terutama jika terjadi guncangan ekonomi. "Saran kami yaitu mengedukasi mereka agar sadar bahwa membutuhkan perlindungan jaminan sosial," tuturnya.
Di sisi lain, CEO for Navanti Indonesia Indra Pramana menyampaikan pertumbuhan start-up di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif. Menurut catatan start-up ranking, jumlah saat ini mencapai 2.219.
Ia menuturkan, perlu ada persiapan memasuki era start-up di Indonesia. Pertama, bekali diri dengan soft skill. "Butuh banyak program yang khusus untuk mengerti perbedaan bekerja di jalur perusahaan konvensional dan perusahaan start-up," tuturnya.
Membekali diri dengan soft skill yang spesifik berdasarkan tujuan pekerjaan yang diambil akan memberi nilai lebih dalam proses pencarian kerja. Salah satunya mengambil kursus dan proses magang.
Baca juga: Bangun Kemandirian Masyarakat Hadapi Kenormalan Baru
Kedua, perluas jangkauan sosialisasi untuk menunjang pemerataan pemahaman tentang start-up teknologi dan digital hingga ke daerah di seluruh Indonesia. "Dukung perkembangan hacker atau tech expert Indonesia. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan di periode bonus demografi ini," pungkasnya. (OL-14)
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved