Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERSIHAN gigi dan mulut selain menjadi refleksi kesehatan tubuh secara umum ternyata juga sangat berpengaruh dalam meminimalkan risiko komplikasi penyakit, terutama saat seseorang terpapar covid-19.
Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Periodonsia RSUD dr Iskak Tulungagung, Winidiastuti Anitasari dalam talkshow interaktif di kanal youtube RSUD dr Iskak Tulungagung, ditulis Senin (17/1).
"Beberapa studi penelitian menunjukkan seseorang yang kesehatan gigi dan mulutnya buruk, memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi bila terpapar covid-19," paparnya.
Baca juga: Masker Bikin Penampilan Seseorang Terlihat Keren
Winidiiastuti menambahkan bakteri dan penyakit dari dalam mulut maupun gigi dapat memicu timbulnya berbagai penyakit lain seperti jantung, diabetes, hipertensi, bahkan pneumonia.
Kondisi ini semakin diperparah lantaran rata-rata masyarakat enggan dan takut untuk pergi ke dokter gigi di masa pandemi lantaran dinilai memiliki risiko terpapar covid-19.
"Inilah mengapa melakukan kontrol pembersihan plak pada gigi sangatlah perlu. Utamanya situasi semacam ini," imbuhnya.
Untuk itu, ia pun mengimbau pada masyarakat agar tetap rutin membersihkan dan melakukan perawatan pemeriksaan gigi secara berkala.
Mengunjungi dokter gigi secara teratur adalah salah satu cara terpenting untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kepercayaan diri.
Dalam survei terbaru yang dilakukan Ipsos bersama GSK Consumer Healthcare dan kemudian, terungkap fakta bahwa banyak orang yang tidak mengetahui pengaruh kesehatan oral pada kesehatan tubuh.
Hanya 54% responden survei yang menyadari bahwa perawatan kesehatan mulut yang baik dapat mendukung kehamilan yang lebih sehat, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.
Winidiastuti menjelaskan, sedikitnya ada tiga masalah umum pada kesehatan gigi dan mulut yang kerap dialami, yakni karies gigi atau gigi berlubang, gangguan pada gusi, dan kanker mulut.
"Kondisi ini sebenarnya bisa ditangani. Namun, jika tidak segera, dapat menimbulkan masalah yang lebih serius," jelasnya.
Lanjut dia, permasalahan pada gigi dan mulut rata-rata bermula dari plak, yakni bakteri yang berasal dari sisa-sisa makanan maupun minuman yang tertinggal di bagian gigi.
Plak yang menempel pada bagian gigi mulanya hanya lapisan tipis saja. Namun lama kelamaan jika tidak benar dalam membersihkan akan membentuk karang gigi dan bau mulut.
Tidak hanya itu, untuk kasus yang lebih parah, karang gigi dapat mengakibatkan gigi berlubang.
"Itulah mengapa langkah awal dalam merawat gigi ya mengontrol plak yang ada pada gigi. Caranya dengan rutin membersihkan gigi," terangnya.
Membersihkan gigi yang baik, tambah Winidiastuti dilakukan setidaknya dua kali dalam sehari, yakni pagi hari dan sebelum tidur.
"Menggosok gigi sebelum tidur menjadi yang terpenting karena pembersihan setelah seharian beraktivitas," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved