Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo terus mengakselerasi pendidikan digital agar terus memberikan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang merata. Akselerasi digitalisasi pendidikan justru sangat diraskan manfaatkan oleh daerah pelosok hingga desa-desa terpencil.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mengucurkan anggaran Rp3,7 triliunan selama 2021 demi terselenggaranya program tersebut. Bantuan berupa pemberian laptop dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada 12.674 sekolah melalui APBN.
Selain itu, ada 16.713 sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Bantuan tersebut sudah menyasar ke 34 provinsi dan didistribusikan hingga ke pelosok-pelosok daerah seperti Kabupaten Takalar di Sulsel, Kab Banggai di Sulteng, Kab Rote Nado di NTT, Kab Halmahera Timur di Maluku Utara, Kab Lombok Timur di NTB dan masih banyak lagi.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian yang menjadi mitra pemerintah di bidang pendidikan sangat mendukung upaya pemerintah mengakselerasi pendidikan. Menurut Hetifah, akselerasi digital yang digagas oleh Jokowi ini akan mampu memangkas hambatan-hambatan akses pendidikan ke daerah yang sulit terjangkau.
“Kami pikir kita harus mendukung karena itu kebijakan yang bagus. Dengan begitu dapat membuka akses untuk menjangkau hingga ke daerah,” ujar Hetifah.
Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Solehudin. Menurutnya, program digitalisasi ini adalah upaya Jokowi agar akses pendidikan bisa dirasakan di tiap-tiap daerah. “(Digitalisasi) salah satu jawaban presiden kita. Presiden hanya ingin akses pendidikan terakses oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Solehudin.
Solehudin menambahkan, digitalisasi pendidikan ini adalah program Jokowi demi terwujudnya pemerataan dan kesetaraan akses pendidikan di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar kualitas siswa, mahasiswa termasuk guru dan dosen meningkat yang dapat memperkuat daya saing Indonesia.
"Digitalisasi pendidikan adalah jawaban untuk wujudkan kesetaraan pendidikan,” pungkasnya. (OL-8)
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Micro decision fatigue adalah situasi ketika otak lelah karena terus-menerus membuat keputusan kecil, sehingga kita menjadi lebih reaktif dan kurang waspada.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
Anggota DPR RI Irine Yusiana mendesak pemerintah menerbitkan Inpres transportasi publik. Data MTI menunjukkan hanya 8% daerah yang alokasikan anggaran.
DPR RI mendesak investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan misil di markas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Anggota Komisi III DPR Gus Falah Amru apresiasi penurunan angka kecelakaan Mudik 2026, namun ingatkan Polri agar terus berinovasi dan jangan cepat berpuas diri.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti temuan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait maraknya pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima ingatkan pemerintah bahwa WFH satu hari bukan solusi tunggal hemat BBM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved