Minggu 12 Desember 2021, 11:27 WIB

Waspadai Awan Panas dan Lahar dari Gunung Semeru

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Waspadai Awan Panas dan Lahar dari Gunung Semeru

MI/Bagus Suryo
Suasana Sungai Besuk Kobokan, Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/12).

 

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengecek seberapa jauh dan daerah yang terdampak aliran Awan Panas Guguran (APG) dan lahar Gunung Semeru, Jawa Timur, yang terjadi sejak 4 Desember 2021.

Masyarakat diminta waspada, sebab dari hasil pemeriksaan menunjukkan landaan awan panas mencapai 11 km serta landaan aliran lahar mencapai jarak 16 km dari puncak Gunung Semeru pada alur Sungai Besuk Kobokan dan mengalami overflow atau meluber keluar dari jalur sungai karena material yang telah penuh mengisi Besuk Kobokan.

"Aktivitas APG masih berpotensi terjadi namun diperkirakan dengan intensitas dan jarak luncur yang relatif kecil dibandingkan APG 4 Desember lalu," menurut Kepala PVMBG Andiani dalam keterangannya, Minggu (12/12).

Potensi APG, guguran lava, dan lahar masih terjadi di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Selain mewaspadai APG dan erupsi berikutnya, potensi bahaya yang saat ini juga perlu diwaspadai menurut Andiani adalah lahar yang dikeluarkan Gunung Semeru.

"Potensi bahaya yang lebih mengancam saat ini adalah lahar karena masuk musim penghujan dan data dari BMKG diperkirakan musim hujan akan berlangsung selama 3 bulan ke depan," urainya.

Sedangkan, untuk potensi erupsi berikutnya dari Gunung Semeru dimungkinkan terjadi saat material panas hasil APG yang terendapkan di sungai kontak dengan air sehingga terjadi perubahan fasa air menjadi fasa uap yang bertekanan cukup tinggi sehingga memunculkan letusan di sepanjang aliran sungai, jelas Andiani.

Tingkat aktivitas Gunung Semeru saat ini tetap Level II (Waspada), karena itu Kepala PVMBG menghimbau masyarakat atau wisatawan untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui PVMBG dan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. (OL-13)

Baca Juga: Warga Korban Erupsi Semeru Akan Direlokasi ke Hutan Perhutani

Baca Juga

AFP/CRISTIAN NISTOR

Orangtua Berperan Besar Bantu Anak Pahami Cara Bersosialisasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 29 Juni 2022, 07:45 WIB
"Ketika anak melihat ayah dan ibu bekerja sama sebagai pasangan, itu contoh sosialisasi yang luar biasa bagi...
eeyuva

Mencegah Stunting dengan Pelajari Asupan Gizi

👤Yakub Pryatama W 🕔Rabu 29 Juni 2022, 06:54 WIB
Melalui gadget dan internet, orangtua dapat dengan mudah mendapatkan informasi nilai gizi bahan pangan, sehingga bisa mengukur asupan gizi...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

2 Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Utara Indonesia, Begini Dampaknya

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Juni 2022, 06:48 WIB
"Keberadaan 2 bibit siklon tropis di utara Indonesia tersebut secara umum hanya berdampak cukup signifikan terhadap kondisi gelombang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya