Rabu 08 Desember 2021, 19:06 WIB

WHO: Omicron Tidak Lebih Parah dari Varian Covid-19 Lainnya

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
WHO: Omicron Tidak Lebih Parah dari Varian Covid-19 Lainnya

AFP
Infografis

 

PARA ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Amerika Serikat mengatakan varian Omicron tidak lebih buruk daripada jenis virus korona lainnya. Mereka juga memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk menilai tingkat keparahan varian tersebut.

Penilaian ini muncul ketika kekhawatiran global tumbuh atas varian yang sangat bermutasi tersebut, yang telah memaksa puluhan negara memberlakukan kembali pembatasan perbatasan dan meningkatkan kemungkinan kembalinya penguncian yang berdampak secara ekonomi.

“Meskipun kemungkinan lebih menular daripada varian sebelumnya, data awal tidak menunjukkan bahwa ini lebih parah," kata komandan kedua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Faktanya, jika ada, arahnya adalah ke arah yang lebih ringan,” ujar direktur kedaruratan WHO Michael Ryan, bersikeras bahwa diperlukan lebih banyak penelitian.

Ryan juga mengatakan sangat tidak mungkin bahwa Omicron dapat sepenuhnya menghindari perlindungan yang diberikan oleh vaksin covid-19 yang ada.

"Kita memiliki vaksin yang sangat efektif, yang telah terbukti efektif melawan semua varian sejauh ini, dalam hal penyakit parah dan rawat inap. Tidak ada alasan untuk berharap bahwa itu tidak akan terjadi untuk Omicron,” tambahnya, menunjuk ke data awal dari Afrika Selatan, di mana strain pertama kali dilaporkan.

Namun, Ryan mengakui bahwa ada kemungkinan vaksin yang ada terbukti kurang efektif melawan Omicron, yang menghitung lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan yang menandai permukaan virus korona dan memungkinkannya menyerang sel.

Ilmuwan top AS Anthony Fauci menggemakan pandangan WHO, mengatakan Omicron tidak tampak lebih buruk daripada jenis sebelumnya berdasarkan indikasi awal, dan mungkin lebih ringan.

Baca juga: 100 Jutaan Warga Indonesia telah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

“Varian baru jelas sangat menular, sangat mungkin lebih dari Delta, strain global yang dominan saat ini,” kata Fauci.

"Hampir pasti tidak lebih parah dari Delta.”

"Ada beberapa masukan bahwa itu mungkin tidak terlalu parah,” imbuhnya.

Tetapi dia mencatat bahwa penting untuk tidak menginterpretasikan data secara berlebihan karena populasi yang diikuti cenderung muda dan kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit.

Penyakit parah juga bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk berkembang.

"Kemudian, saat kita mendapatkan lebih banyak infeksi di seluruh dunia, mungkin perlu waktu lebih lama untuk melihat tingkat keparahannya,” tambahnya. (OL-4)

Baca Juga

dok.Humas UNS

UNS Berharap Riset Difabilitas Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan

👤Widjajadi 🕔Kamis 20 Januari 2022, 08:40 WIB
INDONESIA merupakan surganya para penyandang disabilitas karena perundang-undangan untuk disabilitas sangat...
Dok. Kemenag

Menag: Seleksi Mahasiswa Sarana Peningkatan Mutu PTKIN 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 22:41 WIB
Pada 2021 misalnya, tidak kurang 280 ribu calon mahasiswa yang mendaftar, terdiri atas 182.890 pendaftar dari dari 11.920 sekolah melalui...
AAFP/Javier Torres.

Penelitian Terbaru, Kucing Besar Tertular Covid-19 dari Penjaganya

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 22:15 WIB
Penelitian ini muncul dalam jurnal peer-review dan akses terbuka yang disebut...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya