Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BERDASARKAN studi betajuk Unprecedentend threats to cities from multi-century sea level rise yang disusun oleh sejumlah ahli dari Climate Central-AS, Princeton University-AS, Postdam Institute for Climate Impact Research-Jerman, Lamont-Doherty Earth Observatory-AS, dan Institute of Physics-Jerman pada 2021, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak dari adanya perubahan iklim.
Studi tersebut mengungkapkan bahwa dengan skenario emisi tinggi yang mengarah ke pemanasan global sebesar 4 derajat celcius dan kenaikan permukaan laut rata-rata 200 hingga 8,9 meter dalam 2.000 tahun, maka yang akan paling terdampak ialah 50 kota besar di Asia, salah satunya Indonesia.
"Berdasarkan proyeksi permukaan laut rata-rata, setidaknya satu negara besar di setiap benua kecuali Australia dan Antartika akan menghadapi paparan yang sangat tinggi. Banyak negara pulau kecil terancam dengan kerugian hampir total," ungkap penelitian tersebut.
Baca juga ; Peran Indonesia Dalam Isu Pendanaan Perubahan Iklim COP26 ...
Selain itu, dikatakan bahwa garis pasang dapat merambah di atas tanah yang ditempati sebanyak 15% dari populasi atau sekitar 1 miliar orang.
Ancaman-ancaman tersebut, bisa diatasi apabila mulai dari sekarang negara-negara dengan tertib melaksankan Paris Agreement.
"Perjanjian Iklim Paris kemungkinan akan mengurangi paparan sekitar setengahnya dan dapat menghindari ancaman yang terjadi," pungkas dia. (OL-7)
DALAM pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 10, para siswa sekolah menengah atas (SMA) akan mempelajari delapan bab.
Studi terbaru mengungkap populasi burung tropis turun hingga 38% sejak 1950 akibat panas ekstrem dan pemanasan global.
Studi Nature ungkap pemanasan global tingkatkan fotosintesis darat, tapi lemahkan produktivitas laut. Hal itu berdampak pada iklim dan rantai makanan global.
Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan harus ditegakkan secara konsisten demi menjawab ancaman serius akibat pemanasan global.
Riset terbaru mengungkap pemanasan global membuat ribuan meteorit tenggelam di bawah es Antartika setiap tahun.
Mencairnya gletser memuci letusan gunung api yang lebih sering dan eksplosof, yang memperparah krisis iklim.
Penelitian terbaru mencatat lebih dari 5.000 mamalia laut terdampar di pesisir Skotlandia sejak 1992.
Studi terbaru di jurnal One Earth mengungkap 60% wilayah daratan Bumi kini berisiko, dengan 38% menghadapi risiko tinggi.
Banjir monsun telah menyapu bersih seluruh desa, memicu tanah longsor, dan menyebabkan banyak orang hilang.
Studi terbaru mengungkap populasi burung tropis turun hingga 38% sejak 1950 akibat panas ekstrem dan pemanasan global.
Dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca, beradaptasi perubahan iklim, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Perubahan iklim ditandai dengan naiknya suhu rata-rata, pola hujan tidak menentu, serta kelembaban tinggi memicu ledakan populasi hama seperti Helopeltis spp (serangga penghisap/kepik)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved