Kamis 25 November 2021, 06:30 WIB

Lada Ternyata Kaya Antioksidan untuk Atasi Masalah Kesehatan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Lada Ternyata Kaya Antioksidan untuk Atasi Masalah Kesehatan

MI/Rendy Ferdiansyah
Lada

 

PENGURUS Pusat Dewan Rempah Indonesia (DRI) Heru D Wardana menjelaskan lada tidak hanya berfungsi sebagai rempah penyedap masakan melainkan bisa mengatasi masalah kesehatan karena memiliki antioksidan tinggi.

"Sebagai pengobatan, lada hitam mengandung antioksidan tinggi," kata Heru dalam webinar Membangkitkan Kejayaan Rempah Indonesia dan Peran Dokter di Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan, Minggu (21/11).

Selain itu, meski bentuknya kecil, lada punya manfaat dan pengaruh yang dahsyat di dunia sampai-sampai dijuluki sebagai raja rempah.

Baca juga: Tips Mengatasi Kulit Pria yang Kusam

Lada juga yang dulu membuat penjajah datang untuk menguasai Nusantara sebagai wilayah penghasil rempah. Sebagai raja dari rempah, lada memang punya banyak kandungan yang bermanfaat, baik untuk masakan, obat, hingga kecantikan.

Banyak kegunaan lada untuk kesehatan, termasuk untuk saluran pernapasan hingga pencernaan. 

Heru mengatakan hal itu menjadi tantangan bagi para peneliti agar bisa mengekstrak bahan-bahan aktif pada lada agar bisa dibuat menjadi produk obat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ada beberapa jenis lada, yakni lada putih, lada hitam dan lada hijau. Perbedaannya adalah dari proses mengolahnya.

Lada hitam dipanen saat buah lada belum terlalu matang, warnanya masih kehijauan, tapi sudah mengeras. Lada kemudian dipanasi dan dikeringkan sehingga kulitnya mengkerut. Secara tradisional, lada hitam biasa dipakai untuk pengobatan konstipasi, diare, insomnia, hingga sakit gigi.

Lada putih dibuat dari buah lada yang dipanen saat matang, kemudian direndam dalam air mengalir, kulitnya dibuang, dicuci dan dijemur. Itulah alasannya aroma lada putih tidak setajam lada hitam, sebab ada bagian-bagian yang sudah dibuang.
  
Lada hijau juga dibuat dari buah yang belum terlalu matang saat dipanen, tetapi langsung dikeringkan.

Menurut Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) Kementerian Pertanian Otih Rostiana, kualitas lada di Indonesia telah diakui dunia. 

Lada putih Bangka menjadi referensi mutu lada putih terbaik dengan aromanya bisa tercium dari jauh karena mengandung minyak atsiri yang tinggi, sementara lada hitam Lampung jadi referensi mutu lada hitam berkualitas.

Heru dan Otih menyatakan, Indonesia pernah menjadi produsen top lada, tapi kini justru tertinggal dari Vietnam.

"Vietnam dulu belajar menanam lada ke Bogor, sekarang dia yang menguasai," ujar Heru.

Dia berharap rempah-rempah di Indonesia terus dieksplorasi agar berguna tidak hanya untuk bumbu masakan, tetapi produk-produk lain seperti untuk kecantikan dan kesehatan untuk memberikan nilai tambah.

"Ketika jadi bahan obat, nilai tambahnya sangat besar. Bila produknya semakin luas, itu akan memberdayakan petani sehingga makin sejahtera," kata Heru. (Ant/OL-1)

Baca Juga

BMKG

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kota Jayapura

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 11:05 WIB
KESIAPSIAGAAN BENCANA: BNPB mengimbau warga memiliki rencana kesiapsiagaan bencana, seperti rencana evakuasi menuju titik kumpul, kontak...
ANTARA /Muhammad Sidkin Ali

Kepala BNPP Pastikan Penanganan Darurat Erupsi Gunung Semeru Terkendali

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 10:55 WIB
Kunjungan Kepala BNPB ini guna memastikan tahapan penanganan darurat, khususnya proses evakuasi korban dapat berjalan optimal, dan...
Ist/Kemensos

Sejuta Asa Sang Perajut Tali Kur, Dini Defitri, dengan Masa Depan Gemilang

👤mediaindonessia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 10:18 WIB
Setiap pengunjung yang datang ke stan itu akan disuguhi pemandangan dari utas-utas tali berwarna-warni yang terhampar di atas pangkuan Dini...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya