Selasa 23 November 2021, 14:15 WIB

Didiagnosa Diabetes? Segera Periksa Mata Anda

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Didiagnosa Diabetes? Segera Periksa Mata Anda

ANTARA/Umarul Faruq
Warga lansia melakukan pemeriksaan mata di kawasan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.

 

MEREKA yang terdiagnosis diabetes disarankan segera memeriksakkan kondisi mata ke dokter demi menghindari munculnya komplikasi pada organ mata yang bisa berujung pada kebutaan.

"Begitu orang didiagnosis diabetes, segera periksakan mata supaya dicek (oleh dokter) semuanya seperti air matanya, tekanan bola matanya seperti apa, katarak, yang penting kontrol rutin ke dokter sehingga bisa menangani lebih dini," ujar dokter spesialis mata dari Universitas Indonesia, Referano Agustiawan dalam diskusi daring, pekan lalu.

Pada mereka yang terkena diabetes, risiko mengalami kebutaan meningkat hampir 25 kali lipat dibandingkan orang sehat. 

Baca juga: Didiagnosa Diabetes? Segera Periksa Urine Anda

Mereka juga berisiko terkena masalah pada mata apabila gula darahnya tidak terkontrol seperti mata kering, glaukoma, dan neuropati diabetik

"Komplikasi pada mata seperti dry eye memang semakin lama menderita diabetes, semakin tinggi risiko terkena seperti neuropati atau ada masalah di saraf mata," kata Rerefano.

Menurut Rerefano, sering kali penyandnag diabetes baru berkonsultasi dengan dokter bila sudah mengalami mata kering dengan kondisi parah. 

Begitu juga dengan glaukoma atau kondisi tekanan bola mata yang tinggi yang dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kerusakan di saraf mata yang menyebabkan kebutaan. 

Glukoma pada tahap awal tidak bergejala semisal rasa sakit atau buram.

Sementara pada kasus neuropati diabetik, pasien yang terdiagnosis di usia muda cenderung mengalami perburukan kondisi lebih cepat ketimbang bila baru terkena diabetes di usia 50 atau 60 tahun.

Referano mengatakan, pasien diabetes dengan riwayat penyakit sudah 20 tahun hampir 60% mengalami neuropati diabetik.

"Makin muda usia apabila mengalami diabetes, makin berat perburukan diabetik neuropati dibandingkan apabila diabetes baru usia 50 tahun, 60 tahun. Diabetes bisa terjadi mulai dari anak kecil. Pasien termuda saya usia 16 tahun," ungkap dia.  

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2020, jumlah penyandang diabetes terus meningkat di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. 

Prevalensi diabetes di Indonesia masih mencapai 6,2% dengan 10,681,400 kasus.

Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan tim penanggulangan covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi covid-19 lebih tinggi 8,3 kali lipat daripada masyarakat yang tidak menyandang diabetes. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok Masata

Wisata Masa Depan, Lebih Lokal, Intim dan Higienis

👤Iis Zatnika 🕔Rabu 01 Desember 2021, 11:23 WIB
Kunjungan wisatawan mancanegara pada 2020 mengalami penurunan 75% pada 2020 akibat pandemi covid-19, kemudian pada 2021 kembali turun...
ANTARA /Dhemas Reviyanto

Kementerian PPPA Bangun Peta Lintas Perlindungan Anak di Dunia Maya

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 01 Desember 2021, 11:20 WIB
Peta lintas perlindungan itu akan menjadi acuan untuk dipatuhi dan dipedomani seluruh...
Ist

Kalangan Pemuda Perlu Kuasai Literasi dan Toleransi Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 10:56 WIB
Anggota DPR RI Hj. Himmatul Aliyah mengapresiasi insiasi yang digagas PPI Jakarta Pusat atas diselenggarakannya seminar tentang literasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya