Selasa 26 Oktober 2021, 10:00 WIB

Ayo Cari Tahu Serba Serbi Soal Sumpah Pemuda

Anggi Putri Lestari | Humaniora
Ayo Cari Tahu Serba Serbi Soal Sumpah Pemuda

ANTARA/Indrianto Eko Suwars
Mahasiswa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta.

 

SUMPAH Pemuda merupakan momen penting bagi sejarah bangsa Indonesia. Momen tersebut menjadi penanda komitmen tegas untuk arah perjuangan bangsa, yang diikrarkan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Republik Indonesia, Sumpah Pemuda adalah ikrar pemuda-pemudi Indonesia. Ikrar ini digagas Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri organisasi pemuda lainnya. 

Baca juga: Pekan Kebudayaan Nasional 2021 Dibuka

Ikrar tersebut kemudian melahirkan sebuah sumpah yang dibawa pemuda-pemudi untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berikut adalah isi Teks Sumpah Pemuda

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yanng satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Seperti dikutip dari e-modul Kemendikbud, "Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Paket A Setara SD/MI Kelas VI" karya Suci Fajar Rizky, tiga ikrar teks Sumpah Pemuda tersebut, memiliki makna dalam persatuan bangsa.

Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Dalam buku Makna Sumpah Pemuda (2012) karangan Sri Surdaniyatun, Sumpah Pemuda berasal dari kata sumpah dan pemuda. Sumpah diartikan janji dan harus ditepati.

Sehingga Sumpah Pemuda berarti janji para pemuda yang diucapkan saat kongres pemuda II di Jakarta, 28 Oktober 1928. 

Pada 1908, rakyat Indonesia mulai memiliki kesadaran untuk bersatu melawan penjajah. Di berbagai wilayah, pemuda Indonesia mulai membentuk perkumpulan dan menentang penjajah. 

Kemudian, pada 1928, rasa kebangsaan Indoensia dan persatuan Indonesia mulai menjadi cermin dari rasa bangga, rasa memiliki cita-cita tinggi untuk Indonesia merdeka.

Bangkitnya semangat pemuda bangsa Indonesia ini ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo (1908), yang mendorong munculnya berbagai organisasi pemuda lainya seperti Trikoro DharMmo (TK) (1915). 

TK kemudian berubah nama menjadi Jong Java (1918), Jong Sumateranen (1917), Jong Ambon (1918), Jong Minahasa (1918), Jong Celebes (1919), Sekar Rukun (1919), Jong Bataks Bond (1925), dan Jong Betawi (1927).

Berbagai organisasi pemuda tersebut, kemudian mengadakan kongres pemuda. Tujuan diadakannya kongres pemuda Indonesia adalah untuk memajukan paham pemersatu bangsa dan mempererat hubungan antara pemuda dengan bangsanya. Kongres pemuda inilah yang mendorong lahirnya Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda I (1926)

Kongres pemuda I diselenggarakan di Yogyakarta. Dalam kongres ini, pemuda berhasil merumuskan dasar-dasar keputusan, dalam dua kesepakatan.

Dua kesepakatan itu adalah:

  • Cita-cita semua pemuda Indonesia, untuk memerdekakan Indonesia.
  • Perkumpulan pemuda dijadikan upaya untuk mengumpulkan persatuan organisasi pemuda dalam satu wadah.

Kongres Pemuda II (1928)

Kongres pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), dan dihadiri berbagai wakil dari organisasi kepemudaan. Kongres pemuda II ini diselenggarakan dalam tiga sesi di tiga tempat berbeda, diantaranya:

- Rapat pertama

Diselenggarakan pada 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB). Ketua PPPI Sugondo Djojopoespito, dalam sambutannya, mengungkapkan harapan dengan adanya kongres ini, dapat memperkuat semangat persatuan para pemuda. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan uraian dari Moehammad Yamin, yang menyebutkan lima faktor yang bisa memperkuat hubungan persatuan pemuda Indonesia, yakni sejarah, bahasa, hukum adat-istiadat, pendidikan, dan kemauan.

- Rapat kedua

Diselenggarakan pada 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop. Rapat kedua diisi oleh Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, dengan memfokuskan bahasan mengenai masalah pendidikan. Rapat ini menegaskan bahwa setiap anak haruslah mendapat pendidikan kebangsaan, dan juga didikan secara demokratis.

- Rapat ketiga

Rapat ketiga terjadi pada hari dan tanggal yang sama dengan rapat kedua, hanya saja pada sesi berikutnya berpindah ke gedung Indonesische Clubhuis Kramat. 

Pada rapat ketiga dijelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. 

Dalam kongres terakhir ini sekaligus diumumkan rumusah hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan tersebut diucapkan sebagai sumpah setia, Sumpah Pemuda. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Iggoy el Fitra

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Wilayah Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:12 WIB
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Lampung, Selat Sunda, perairan Banten - Jawa Barat, Laut Jawa bagian...
Pexels

Ini Tugas dan Fungsi HRD di Perusahaan

👤Febby Saraswati 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:00 WIB
Seorang HRD harus mampu melindungi perusahaan dari berbagai masalah yang bisa saja muncul pada nagkatan...
ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Menkes Harap Peneliti Buat Terobosan Pengobatan Herbal

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 27 November 2021, 10:50 WIB
Pemanfaatan obat modern asli Indonesia di fasilitas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya