Kamis 21 Oktober 2021, 12:35 WIB

Menko PMK: Penyiapan SDM Unggul Tak Hanya Fokus Usia Produktif

Faustinus Nua | Humaniora
Menko PMK: Penyiapan SDM Unggul Tak Hanya Fokus Usia Produktif

Dok. Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy saat membuka Munas Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-XIV 2021 di Jakarta, Rabu (20/10/2021)

 

UNTUK memastikan generasi Indonesia Emas 2045, pemerintah tak hanya fokus mengurus usia produktif, namun tetap perhatikan warga lanjut usia. Selaras dengan tema Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional Tahun 2021 'Digital Equity for All Ages', di era transformasi digital ini, pemerintah memandang penting akses dan partisipasi di dunia digital bagi semua kelompok umur termasuk lanjut usia.

"Untuk itu, perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inklusi digital bagi lansia dan sekaligus memberikan pelindungan dari dampak yang ditimbulkannya," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) ke-XIV tahun 2021 di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (20/10) malam.

Lebih lanjut, menurutnya, PWRI sebagai organisasi kemasyarakatan yang menghimpun para pensiunan Pegawai Negeri Sipil juga perlu terus beradaptasi dalam era kemajuan teknologi digitalisasi ini. Selain itu membangun sistem informasi keanggotaan yang dapat mengakses informasi layanan-layanan yang dibutuhkan oleh para anggota.

Baca juga: Cinta Tanah Air, Penerbit Erlangga Gelar Festival Indonesia Menang

Sementara itu, Muhadjir menyinggung era bonus demografi. Penduduk usia produktif nantinya akan menanggung beban mereka yang berusia lansia. Mengingat jumlah penduduk usia produktif akan jauh lebih banyak daripada yang nonproduktif, tantangannya adalah bagaimana mempersiapkan mereka agar juga mampu menjadi angkatan kerja yang produktif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2021 sebanyak 139,81 juta orang atau naik 1,59 juta orang dibanding Agustus 2020. Hanya, imbuh Muhadjir, setiap tahun juga terdapat 3,8 juta yang lulus dari SMA, SMK, ataupun MA serta 1,9 juta lulus dari perguruan tinggi.

"Kalau di Jerman, struktur industrinya sudah sangat mapan. Sehingga kalau ada lulusan 1 juta anak Jerman yang mau memasuki dunia kerja maka ada 1 juta yang mau pensiun. Nah di Indonesia, begitu ada lulusan 3 juta yang cari kerja, yang pensiun belum ada. Tentu ini berat," cetusnya.

Oleh karenanya, menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, selain harus melakukan ekspansi di bidang industri terutama padat karya juga yang terpenting mempersipkan semua generasi termasuk lansia agar siap menghadapi tantangan zaman.

"Intinya membangun manusia itu dari yang hulu sampai ke hilir. Dalam siklus pembangunan manusi, mulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan hingga post-produktif atau usia 65 tahun harus dipersiapkan betul-betul untuk mencapai cita-cita Indonesia di 2045," tandas Menko PMK. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Tangani Korban Erupsi Gunung Semeru, PMI Kirim Bantuan dan Personel

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 05 Desember 2021, 13:04 WIB
PMI juga mengerahkan relawan untuk melakukan kaji cepat (assesment) kebutuhan serta evakuasi masyarakat...
Pexels

Ahli Gizi Sarankan Tambah Protein untuk Camilan Harian

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 05 Desember 2021, 12:45 WIB
"Jadi sel-sel yang sudah terbentuk lama-lama menua, butuh dikasih protein supaya tetap disintesis, kepadatannya tetap ada, karena...
ANTARA/Iggoy el Fitra.

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter di Perairan Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 05 Desember 2021, 11:30 WIB
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat - Utara dengan kecepatan angin berkisar 8 - 30...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya