Selasa 19 Oktober 2021, 21:23 WIB

38,6 Persen Sekolah Di Indonesia Siap Lakukan PTM Terbatas

Widhoroso | Humaniora
38,6 Persen Sekolah Di Indonesia Siap Lakukan PTM Terbatas

ANTARA
Pembelajaran tatap muka terbatas

 

SEKITAR 38,6 persen atau 82.624 sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan di Indonesia per 19 Oktober 2021 siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal itu diungkapkan Koordinator Fungsi Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Kemendikbudristek, Rika Rismayati.

"Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri bahwa sudah mulai bisa mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas. Kementerian juga sudah menyiapkan panduan terkait bagaimana sekolah dalam melaksanakan PTM," kata Rika saat webinar mengenai kesiapan kembali ke sekolah, Selasa (19/10).

Ia mengatakan beberapa pemangku kepentingan memegang tanggung jawab terkait dengan PTM mulai dari kepala dinas pendidikan, kepala satuan pendidikan atau sekolah, hingga Satgas Covid-19. Seluruh tanggung jawab setiap pihak, kata Rika, telah dijabarkan dalam panduan yang dikeluarkan Kemendikbudristek.

Rika menyebutkan tim Satgas COVID-19 di satuan pendidikan harus memiliki tiga komponen yang terdiri dari tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang; tim kesehatan, kebersihan, dan keamanan; serta tim pelatihan dan humas. Mereka akan memantau segala aktivitas dan keperluan protokol kesehatan di sekolah.

Selain Satgas Covid-19, Rika juga menekankan pentingnya fungsi dan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang telah tersedia agar dimaksimalkan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. UKS sendiri sudah memiliki tiga pilar utama mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan lingkungan sehat.

"Seluruh komponen UKS perlu dioptimalkan perannya. Mereka harus lebih jauh lagi melihat dan memaksimalkan sumber daya yang ada, jadi tidak menambah SDM," ujarnya.

Ia menekankan Satgas Covid-19 dan tim pelaksana UKS wajib mengamati kesehatan di lingkungan pendidikan dan apabila ada yang mengalami gangguan kesehatan harus mengikuti protokol kesehatan 3T (tes, telusur, dan tindakan). Menurut Rika, pelaksanaan PTM terbatas perlu dipersiapkan dengan baik dan dilakukan simulasi atau uji coba untuk mengidentifikasi titik lengah dan mengoreksi kelemahannya.
 
"Kedisiplinan dan konsistensi dalam penerapan protokol kesehatan juga merupakan kunci keberhasilan PTM terbatas yang aman dan selamat," tambahnya.

Ia mengatakan Kemendikbudristek terus mendata sekaligus membantu sekolah dalam mempersiapkan sarana dan prasarana sanitasi, akses ke fasilitas kesehatan, kesiapan penerapan protokol kesehatan, serta pendataan riwayat kesehatan dan perjalanan. "Kami juga masih melakukan survei terkait dengan bagaimana sekolah melakukan persiapan PTM. Masih belum semua sekolah mengisi survei tersebut, baru 49,01 sekolah persen per hari ini," pungkasnya. (Ant/OL-15)

Baca Juga

Pexels

Cemas karena Munculnya Varian Omicron? Ini Tips Mengatasinya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Desember 2021, 09:30 WIB
"Munculnya varian Omicron dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan di antara orang-orang. Ketidakpastian tentang masa kini dan masa...
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Keju yang Baik Miliki Kandungan Zat Gizi seperti Susu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Desember 2021, 09:00 WIB
Seperti halnya susu, keju juga harus mengandung tinggi kalsium, protein, dan vitamin...
dok.gromgelato

Apa Manfaat Makan Es Krim di Pagi Hari?

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 07 Desember 2021, 08:50 WIB
MENGOSUMSI es krim di pagi hari bahkan dapat mendatangkan manfaat positif bagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya