Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KBRI Canberra gandeng Universitas Nasional (Unas) sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Australia Update tahun ketiga. Kegiatan ini dilakukan melalui Center for Australian Studies (CFAS) dan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unas, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri RI, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dihelat secara virtual pada 12-13 Oktober 2021, kegiatan ini mengusung tema Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia Menghadapi Pandemi Covid-19: Selama dan Pasca Pemulihan Pandemi. Tema tersebut dibahas dalam forum diskusi yang terdiri dari empat panel yakni politik, sosial-budaya, ekonomi, dan diaspora.
Dalam sambutannya, Rektor Unas, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., mengatakan, kegiatan ini akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dan usulan kebijakan strategis terakit potensi hubungan bilateral Australia-Indonesia, yang semakin hari semakin baik.
"Adanya empat panel dalam pembahasan ini juga menunjukkan betapa banyak hal yang harus dibahas dalam konteks hubungan Australia-Indonesia, terutama strategi kebersamaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, juga efleksi aplikasi pelaksanaan Indonesia-Australia Comprehensif Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) satu tahun terakhir,” ujar Rektor Unas Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A, dalam keterangannya yang dikutip Jumat (15/10)
Melalui kegiatan ini, Rektor meyakini bahwa Unas mampu menjadi mitra bagi pemerintahan Australia dan Indonesia dalam menyampaikan beragam kebijakan dan kegunaan program bagi masyarakat kedua negara.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih besar, tidak hanya hubungan Australia-Indonesia dalam konteks kenegaraan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan kerja sama yang melibatkan publik, baik dari Australia maupun Indonesia.
Kehadiran CFAS Unas yang diresmikan pada Juni 2021 lalu, juga merupakan langkah awal kami dalam merealisasikan sebuah optimisme kuat dalam menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi hubungan Australia-Indonesia yang lebih baik kedepannya,” ucap Rektor.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu, H.E. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menerbarkan wawasan positif mengenai pentingnya hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia.
"Semoga kegiatan ini dapat menjembatani niat baik kita untuk terus mengkokohkan hubungan Australia-Indonesia demi bangsa, negara, dan masyarakat. Saya juga berharap para generasi muda terus mendukung penuh terhadap segala kegiatan yang bisa menguatkan hubungan Australia-Indonesia, sehingga kemitraan ini akan terus berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia melanjutkan, tema pandemi Covid-19 pada kegiatan Australia Update 2021 sengaja diangkat mengingat kedua negara dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Namun, dibalik tantangan tersebut, pandemi Covid-19 nyatanya membuat hubungan kedua negara semakin kuat dan saling bahu membahu dalam proses pemulihan.
"Setelah adanya pandemi Covid-19, hubungan persahabatan antara Australia dan Indonesia terus semakin kuat atau has never been better than before. Hal ini juga terlihat dari komitmen besar para pemimpin kedua negara tersebut untuk meningkatkan level hubungan bilateralnya,” kata Yohanes.
Sementara itu, Dubes Australia untuk Indonesia, H.E. Penny Williams PSM mengatakan, hubungan persahabatan Australia-Indonesia sudah terjalin selama lebih dari 70 tahun dan terus akan ditingkatkan seiring berjalannya waktu. Penny menuturkan, generasi mudalah yang akan meneruskan kemitraan ini sehingga perlu ditingkatkan pemahamannya melalui seminar-seminar dan kegiatan lainnya.
"Berangkat dari hal tersebut, saya berharap Australia Update 2021 dapat meningkatkan literasi masyarakat di Indonesia, terutama generasi muda untuk membaca peluang dan mengambil manfaat dari eratnya hubungan Australia-Indonesia,” imbuhnya.
Penny menambahkan, salah satu wujud nyata hubungan baik kedua negara tersebut pada saat pandemi Covid-19 ialah meningkatnya bantuan pembangunan Australia ke Indoneisa. Dalam penanganan Covid-19, Australia-Indonesia juga membentuk kembali kemitraan pembangunan bilateral untuk mendukung sektor kesehatan, sosial, kemanusiaan, dan ekonomi.
“Ditengah kesibukan negara masing-masing, dalam penanganan pandemi Covid-19 Australia dan Indonesia tetap menujukkan komitmen mereka dan perhatiannya yang tinggi untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang, terutama ekonomi, politik, dan keamanan,” tegasnya. (OL-13)
Baca Juga: BNPT: Umat Beragama Wajib Taati Perjanjian yang Telah Jadi Kesepakatan
Anomali tersebut tampaknya memiliki versi tersendiri dari tanjung Queensland di bagian utara, mencapai bagian terluasnya di tengah, dan memiliki dua tanjung yang memanjang ke bawah
Puncak popularitas Lincoln’s Rock di Blue Mountains berujung penutupan. Ribuan turis menyerbu demi meniru foto Jennie Blackpink, memicu kekhawatiran keamanan dan lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya memastikan pasokan daging sapi dan ayam aman hingga Idulfitri 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
Menteri Komunikasi Australia Anika Wells memanggil pimpinan Roblox untuk membahas maraknya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di platform tersebut.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved