Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KBRI Canberra gandeng Universitas Nasional (Unas) sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Australia Update tahun ketiga. Kegiatan ini dilakukan melalui Center for Australian Studies (CFAS) dan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unas, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri RI, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dihelat secara virtual pada 12-13 Oktober 2021, kegiatan ini mengusung tema Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia Menghadapi Pandemi Covid-19: Selama dan Pasca Pemulihan Pandemi. Tema tersebut dibahas dalam forum diskusi yang terdiri dari empat panel yakni politik, sosial-budaya, ekonomi, dan diaspora.
Dalam sambutannya, Rektor Unas, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., mengatakan, kegiatan ini akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi dan usulan kebijakan strategis terakit potensi hubungan bilateral Australia-Indonesia, yang semakin hari semakin baik.
"Adanya empat panel dalam pembahasan ini juga menunjukkan betapa banyak hal yang harus dibahas dalam konteks hubungan Australia-Indonesia, terutama strategi kebersamaan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, juga efleksi aplikasi pelaksanaan Indonesia-Australia Comprehensif Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) satu tahun terakhir,” ujar Rektor Unas Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A, dalam keterangannya yang dikutip Jumat (15/10)
Melalui kegiatan ini, Rektor meyakini bahwa Unas mampu menjadi mitra bagi pemerintahan Australia dan Indonesia dalam menyampaikan beragam kebijakan dan kegunaan program bagi masyarakat kedua negara.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih besar, tidak hanya hubungan Australia-Indonesia dalam konteks kenegaraan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan kerja sama yang melibatkan publik, baik dari Australia maupun Indonesia.
Kehadiran CFAS Unas yang diresmikan pada Juni 2021 lalu, juga merupakan langkah awal kami dalam merealisasikan sebuah optimisme kuat dalam menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi hubungan Australia-Indonesia yang lebih baik kedepannya,” ucap Rektor.
Dalam kesempatan yang sama, Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu, H.E. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menerbarkan wawasan positif mengenai pentingnya hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia.
"Semoga kegiatan ini dapat menjembatani niat baik kita untuk terus mengkokohkan hubungan Australia-Indonesia demi bangsa, negara, dan masyarakat. Saya juga berharap para generasi muda terus mendukung penuh terhadap segala kegiatan yang bisa menguatkan hubungan Australia-Indonesia, sehingga kemitraan ini akan terus berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia melanjutkan, tema pandemi Covid-19 pada kegiatan Australia Update 2021 sengaja diangkat mengingat kedua negara dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Namun, dibalik tantangan tersebut, pandemi Covid-19 nyatanya membuat hubungan kedua negara semakin kuat dan saling bahu membahu dalam proses pemulihan.
"Setelah adanya pandemi Covid-19, hubungan persahabatan antara Australia dan Indonesia terus semakin kuat atau has never been better than before. Hal ini juga terlihat dari komitmen besar para pemimpin kedua negara tersebut untuk meningkatkan level hubungan bilateralnya,” kata Yohanes.
Sementara itu, Dubes Australia untuk Indonesia, H.E. Penny Williams PSM mengatakan, hubungan persahabatan Australia-Indonesia sudah terjalin selama lebih dari 70 tahun dan terus akan ditingkatkan seiring berjalannya waktu. Penny menuturkan, generasi mudalah yang akan meneruskan kemitraan ini sehingga perlu ditingkatkan pemahamannya melalui seminar-seminar dan kegiatan lainnya.
"Berangkat dari hal tersebut, saya berharap Australia Update 2021 dapat meningkatkan literasi masyarakat di Indonesia, terutama generasi muda untuk membaca peluang dan mengambil manfaat dari eratnya hubungan Australia-Indonesia,” imbuhnya.
Penny menambahkan, salah satu wujud nyata hubungan baik kedua negara tersebut pada saat pandemi Covid-19 ialah meningkatnya bantuan pembangunan Australia ke Indoneisa. Dalam penanganan Covid-19, Australia-Indonesia juga membentuk kembali kemitraan pembangunan bilateral untuk mendukung sektor kesehatan, sosial, kemanusiaan, dan ekonomi.
“Ditengah kesibukan negara masing-masing, dalam penanganan pandemi Covid-19 Australia dan Indonesia tetap menujukkan komitmen mereka dan perhatiannya yang tinggi untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang, terutama ekonomi, politik, dan keamanan,” tegasnya. (OL-13)
Baca Juga: BNPT: Umat Beragama Wajib Taati Perjanjian yang Telah Jadi Kesepakatan
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Rentetan serangan hiu melanda pesisir New South Wales, Australia. Otoritas peringatkan warga menjauhi laut dan sungai akibat air keruh pasca-hujan lebat.
Tragis, seorang turis perempuan asal Kanada ditemukan tewas di Pulau K'gari, Australia. Jenazahnya ditemukan dikelilingi sekitar 10 dingo di tepi pantai.
Skandal sensor melanda Adelaide Festival setelah Dr. Randa Abdel-Fattah dilarang tampil. Sebanyak 180 penulis, termasuk Jacinda Ardern, mundur sebagai bentuk protes.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved