Jumat 15 Oktober 2021, 07:00 WIB

Kak Seto Minta Pelaku Kejahatan Seksual Anak Dituntut Hukuman Maksimal

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Kak Seto Minta Pelaku Kejahatan Seksual Anak Dituntut Hukuman Maksimal

ANTARA/Rony Muharrman
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (tengah).

 

KETUA Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto berharap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan tuntutan hukuman maksimal terhadap pelaku kejahatan seksual dengan korbannya anak, sehingga memberikan efek jera.

"Tuntutan maksimal justru kepada pelaku dewasa yang telah melakukan pelanggaran terhadap hak-hak anak," kata Kak Seto saat webinar jaksa ramah anak, di Kejati Kalbar, Kamis (14/10).

Dia menjelaskan, kekerasan seksual sudah menjadi kejahatan yang luar biasa, sehingga jangan sampai membuka ruang yang lebih luas lagi untuk para pedofil dalam melakukan aksinya.

Baca juga: Perguruan Tinggi Dituntut Hasilkan Lulusan Yang Adaptif Dan Cekatan

"Beberapa orang asing yang pernah berdiskusi dengan saya, seolah-olah Indonesia 'surga' pedofil," ujar Kak Seto.

Ia berharap kepada kejaksaan agar jaksa penuntut umum dalam memberi tuntutan terhadap pelaku kejahatan seksual semaksimal mungkin, khususnya terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak.

Kepala Kejati Kalbar Masyhudi mengatakan, pihaknya berkomitmen lebih mengedepankan hati nurani dalam menjalankan tugas, serta tidak mengabaikan kepentingan anak-anak yang terlibat dengan hukum.

"Jaksa penuntut umum yang menangani kasus anak, adalah jaksa-jaksa yang sudah dididik dan dilatih, artinya dari penilaian pimpinan dia memiliki kepedulian terhadap anak, kebutuhannya, pendidikannya, dan sebagainya," katanya.

Ia menjelaskan, untuk mencegah anak terlibat dengan hukum sebagai pelaku, pihaknya pun akan mengedepankan sosialisasi melalui bidang yang ada agar masyarakat tercerahkan dan melindungi anak agar tidak melakukan pelanggaran hukum.

"Anak-anak yang melakukan pelanggaran hukum juga ada faktor dari cara mendidik orangtua, seperti anak-anak yang terabaikan, sehingga seperti yang disampaikan Kak Seto agar masyarakat lebih memperhatikan dan mendidik putra-putrinya," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan kepada Gubernur Kalbar adanya seksi perlindungan anak hingga tingkat rukun tetangga. 

"Karena dalam hal ini bukan hanya sekadar melakukan penegakan hukum, namun langkah preventif harus dilakukan, yakni bagaimana memperlakukan ketahanan dalam keluarga dan antarkeluarga serta di masyarakat setempat," ujarnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA/HO-BNPT.

Maulid Nabi Teladani Rasulullah dengan Perilaku Bangun Persatuan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 17:36 WIB
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan momentum untuk meneladani, menghayati, dan memuliakan Rasulullah dengan berperilaku dalam...
Ist

RADIATE, Kampanye Unik untuk Lebih Memahami Penyandang Autis

👤Eni Kartinah 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 17:02 WIB
Kampanye kesehatan “RADIATE” bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kepedulian masyarakat mengenai...
Ist

Anak di Bawah 12 Tahun Diperbolehkan Lakukan Perjalanan, Catat Syaratnya

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:43 WIB
aturan tersebut telah dibuat berbasis pertimbangan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyatakan bahwa tes PCR dan antigen layak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya