Minggu 10 Oktober 2021, 19:14 WIB

UT Wisuda 27 Pekerja Migran Indonesia Di Malaysia

Widhoroso | Humaniora
UT Wisuda 27 Pekerja Migran Indonesia Di Malaysia

DOK MI
Rektor UT Prof Ojat Darojat Ph.D

 

PUSAT Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN) Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar wisuda bagi lulusan yang berada di Kuala Lumpur dan Johor, Malaysia, Sabtu (9/10). Kali ini, UT mewisuda 27 mahasiswa yang kesemuanya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Mereka yang menjalani wisuda kali ini berasal dari program studi Manajemen 8 orang, Ilmu Komunikasi (6), Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemah (7), Akuntansi (4), Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan masing-masing 1 orang.

Dari 27 lulusan tersebut, 11 orang mengikuti wisuda secara during (dalam ruangan) di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangan 16 lulusan lainnya mengikuti wisuda secara daring karena kontrak kerja telah berakhir dan sudah kembali ke Tanah Air.

Kegiatan wisuda kali ini dihadiri langsung Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono, Wakil Duta Besar KBRI Kuala Lumpur Bapak Yoshi Iskandar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Kuala Lumpur M Farid Maruf, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sunarko, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Encik Abdul Hajar, serta Pengurus Pokjar UT Kuala Lumpur Taufiq Hasyim Salengke.

Dalam sambutannya, Rektor UT Prof Ojat Darojat Ph.D mengatakan menyelesaikan studi sambil bekerja di UT tidaklah mudah karena butuh perjuangan, kerja keras, dan kesabaran. Namun, kesabaran dalam menempuh pendidikan sambil bekerja sebagai PMI di Malaysia telah membuahkan hasil yang membanggakan.

"Banyaknya lulusan UT yang diterima menjadi CPNS, membuktikan kapasitas UT yang mampu menerima jumlah mahasiswa yang besar tanpa mengorbankan kualitas dan mampu bersaing di dunia kerja," jelas Ojat.

Lebih jauh, diungkapkan Ojat, sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerapkan fleksibilitas pada pembelajaran secara terbuka dan jarak jauh, UT siap membantu pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia melalui Digital Learning Ecosystem. Dengan penerapan sistem ini, UT mampu menciptakan layanan yang makin baik, pengambilan keputusan kian cepat, dan membuat performa organisasi UT terus meningkat, serta mengurangi biaya operasional.

"Saat ini, jumlah mahasiswa UT sebanyak 312.326 orang. Daya jangkau UT yang luas dapat dicapai berkat adanya 39 Unit Program Belajar Jarak Jauh dan satu Unit Layanan Mahasiswa Luar Negeri sehingga mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia sampai ke daerah terluar dan memfasilitasi layanan pendidikan bagi WNI yang tinggal atau bekerja di luar negeri," tuturnya.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang juga hadir dalam wisuda tersebut secara daring mengatakan selama ini UT dan BP2MI telah melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi para-PMI di luar negeri. Dengan menempuh pendidikan secara jarak jauh melalui UT, diharapkan setelah kembali ke tanah air para-PMI yang telah memperoleh gelar sarjana memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membuka usaha dan menjadi penggerak usaha di kampung halaman mereka," jelasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

AFP/DIMITAR DILKOFF

BMKG: Waspada Potensi Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Manggarai Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:39 WIB
BMKG pun memprakirakan puncak musim kemarau akan terjadi di bulan Agustus...
DOK/HUMAS UPI

Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Kukuhkan 7 Guru Besar Baru

👤Naviandri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:50 WIB
Rektor UPI meminta ke 7 guru besar baru itu untuk terus berkreasi dan berbuat untuk kemajuan generasi muda...
ANTARA

Jokowi Sukses Buka Akses Pendidikan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

👤Widhoroso 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:45 WIB
SEJUMLAH kebijakan di sektor pendidikan yang dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdampak positif bagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya