Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pemerintah masih melakukan berbagai pertimbangan untuk melakukan vaksinasi bagi anak usia 3-12 tahun. Salah satunya yakni menunggu rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
"Kita masih menunggu rekomendasi ITAGI dan Badan POM. Di United States sendiri Pfizer untuk anak masih proses untuk EUA-nya," kata Nadia saat dihubungi, Jumat (8/10).
Baca juga: Nadiem Umumkan 173.329 Guru Honorer Lulus Seleksi PPPK
Nadia juga menyatakan, pemerintah juga harus mempertimbangkan ketersediaan vaksin di pasar global yang tersedia.
"Jadi kita belum tahu pasti ya dan juga harus dilihat lagi ketersediaannya. Kalau untuk PTM kan tidak tergantung cakupan vaksinasi, ya," imbuh Nadia.
Seperti diketahui, sejumlah merk vaksin telah melakukan uji coba untuk kelompok anak-anak. Salah satunya vaksin Pfizer, yang secara resmi meminta otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin covid-19 kepada anak-anak usia lima hingga 11 tahun. (H-3)
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved