Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Andi Yuwono menegaskan bahwa pihaknya menolak sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) yang berbayar hingga Rp15 juta.
Hal ini mengikuti langkah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), yang juga keberatan atas pembayaran sertifikasi tersebut. "Tidak mau, karena desa wisata ini social enterprise (wirausaha sosial), bukan sekedar profit oriented," ujar Andi dalam diskusi virtual, Rabu (29/9).
Andi menjelaskan selama ini pelaku usaha yang menggerakan desa wisata ikut terdampak pandemi covid-19. Dengan adanya pemberlakuan sertifikasi CHSE berbayar, jelas akan memberatkan keberlangsungan usaha.
Baca juga: PHRI Tolak Program Sertifikasi CHSE yang Digagas Sandiaga
Menurutnya, desa wisata yang tersertifikasi standar protokol kesehatan masih sangat kecil atau di bawah 1% dari total 1.838 desa wisata. "Untuk menghidupi keseharian saja masih sulit. Masih punya tanggung jawab sosial juga. CHSE berbayar ini tentu sulit bagi kami," pungkasnya.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan pihaknya sudah membuat dan memberlakukan standar protokol kesehatan dengan cara verifikasi, bukan sertifikasi.
Baca juga: PON XX Papua Momentum Berdayakan Wisata Olahraga
"Pada waktu kasus covid-19 pertama di 2 Maret (2020), pada 5 Maret PHRI sudah bikin panduanya. Ini ada verifikasi yang kita lakukan. Manakala (CHSE) ini mandatori dan suruh berbayar, ini masalah," tutur Haryadi.
Sejatinya, Hariyadi mendukung langkah pemerintah dalam penerapan CHSE yang tidak berbayar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tujuannya memulihkan ekonomi nasional, yang kini sudah ada pelonggaran aktivitas selama PPKM.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno meminta agar tidak ada pihak atau lembaga yang sengaja memonopoli pembayaran untuk sertifikasi CHSE. Dia pun berjanji akan mendiskusikan keluhan ini dengan PHRI, yang menjadi mitra penting pemerintah dalam mengembangkan sektor parekraf.(OL-11)
ISFEX 2025 siap digelar di ICE BSD City pada 6–9 November. Pameran fasilitas olahraga terbesar ini hadirkan inovasi, kolaborasi, dan tren global terkini.
Program Semesta AI sendiri merupakan program antara Lintasarta, NVIDIA, dan KUMPUL yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis AI sesuai kebutuhan industri nasional.
Para pecinta film animasi anak-anak di Indonesia tengah menantikan kehadiran film animasi terbaru yang menjanjikan kisah penuh kehangatan, kegembiraan, serta nilai persahabatan.
Kerja sama kemitraan co-branding Wonderful Indonesia menginisiasi berbagai program seperti Wonderful Indonesia Berkah, School Break di 4 kota, dan Pesona Promo Merdeka.
Namun, diakui Neil, bahwa sektor ekonomi kreatif masih tergolong baru di Indonesia.
Kementerian Perhubungan menyebut ada 287 bandar udara (bandara) di Indonesia pada 2021, namun tidak semuanya aktif.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved