Sabtu 25 September 2021, 10:05 WIB

Permintaan Alat Kontrasepsi Modern Diprediksi Meningkat

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Permintaan Alat Kontrasepsi Modern Diprediksi Meningkat

Antara
Sejumlah pelajar mendapat pejelasan mengenai alat kontrasepsi dari petugas BKKBN di Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

 

HARI Kontrasepsi Sedunia akan diperingati pada 26 September 2021 mendatang. Seperti apa potret penggunaan kontrasepsi saat ini dan ke depannya?

Seiring dengan peningkatan populasi penduduk dunia, kata Head of Medical Affairs, Pharmaceuticals Division Asia/Pasific, Bayer, Shivani Kapur, permintaan akan kontrasepsi modern diprediksi terus meningkat.

"Terutama karena populasi ini terus bertambah. Selain itu, remaja putri kita lebih sadar dan mereka tidak ingin kehilangan manfaat dari keluarga berencana sukarela," ungkap Shivani dalam webinar Hari Kontrasepsi Sedunia: Membentuk Kesehatan Digital untuk Perempuan dalam Dekade Covid-19, Jumat (24/9).

Untuk mengantisipasinya, menurutnya, diperlukan adanya kolaborasi antara pemangku kebijakan, inovasi, dan seluruh stakeholder agar mendukung KB serta akses kontrasepsi tidak terhambat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi mengungkapkan, sebanyak 76,6% kontrasepsi di Indonesia diberikan oleh bidan di Puskesmas atau klinik swasta. Dari jumlah tersebut, separuh layanan kontrasepsi dilakukan oleh bidan kelas atau bidan swasta.

Ia menuturkan, bidan adalah sosok kunci yang membuat mayoritas perempuan berpaling untuk mengikuti pelayanan keluarga berencana (KB) dan menggunakan alat kontrasepsi.

"Peran bidan sangat penting untuk menyampaikan informasi terkait kontrasepsi terutama setelah melahirkan pada Keluarga Berencana," katanya.

Dijelaskannya bahwa program KB setelah melahirkan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi, komunitas bidan atau IBI sendiri sangat terbuka untuk informasi terkait kontrasepsi dan lainnya.

Untuk meningkatkan pelayanan ke depan, kata Emi, IBI menyarankan agar ada meningkatkan cakupan jaminan kesehatan nasional untuk layanan KB dan kontrasepsi yang diberikan kepada masyarakat.

"Sebagai Ikatan Bidan Indonesia, dalam melakukan pengembangan profesional berkelanjutan, dapat melalui berbagai cara seperti webinar, lokakarya, pelatihan dan lainnya dan juga bagaimana meningkatkan kompetensi bidan," ujarnya. (H-2)

 

Baca Juga

Dok Duta Bahasa Nasional 2021

Cintai Bahasa yang Kita Miliki

👤Nike Amalia Sari 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 06:00 WIB
BERANGKAT dari keinginan untuk berkontribusi kepada masyarakat, Duta Bahasa Nasional 2021, Irfan Taofik dan Florie...
AFP

Pembukaan Ibadah Umrah Tunggu Hasil Diskusi Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 00:19 WIB
PEMERINTAH Arab Saudi dan Indonesia masih melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut membuat hingga kini...
MI/Ramdani

Pemerintah Harus Awasi Ketat Kepatuhan Penurunan Biaya PCR

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:10 WIB
Pasalnya, ada oknum atau provider penyedia lab tes PCR yang curang dengan menetapkan harga PCR di atas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya