Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAWAB tantangan era industri yang semakin berkembang sangat membutuhkan tenaga kerja yang sudah ahli pada bidangnya. Hal ini membuat sistem pendidikan lebih mengutamakan pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman dan berbasis teknologi.
Presiden Joko Widodo juga mendorong perguruan tinggi untuk memfasilitasi pembelajaran dari para praktisi dan para pelaku industri. Karena itu, kurikulum harus memberikan bobot satuan kredit semester (SKS) yang lebih banyak untuk belajar dari para praktisi dan industri sehingga mahasiswa dapat belajar untuk mempersiapkan diri ketika memasuki dunia kerja.
Menjawab tantangan dan sistem pembelajaran baru Merdeka Belajar, Yayasan Nest Bina Karya segera membuka politeknik dengan sistem pendidikan masa kini yang menerapkan MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang sangat mendukung sistem pembelajaran baru.
" Untuk menghadapi dunia industri, politeknik yang akan didirikan siap membekali mahasiswanya dengan 70% praktik dan 30% teori. Dengan begitu, para tenaga pendidik harus ahli di bidangnya dan juga melibatkan para praktisi indutri," ujar Dewan Direksi Politeknik Yayasan Nest Bina Karya, Fendy Julianto, dalam keterangan kepada pers, Minggu (19/9).
Selain itu, mahasiswa akan dibekali ketrampilan entrepreneurship, sehingga mahasiswa selain siap bekerja juga mempunyai jiwa wirausaha bahkan mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri.
"Harapan utama saya agar semakin banyak masyarakat dapat melanjutkkan kuliah ke perguruan tinggi dengan biaya yang sangat terjangkau, sehingga semua lulusan SMA/SMK berkuliah dan setelah lulus mahasiswa dapat berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak untuk mencapai Indonesia emas 2045," ujar Fendy.
Rencana program studi dari politeknik yang akan dibuka oleh Yayasan Nest Bina Karya terdiri dari tiga rumpun dan merupakan program studi yang sangat dibutuhkan di masa depan,yaitu pariwisata, desain, dan komputer.
Sistem perkuliahan dan fasilitas kampus yang akan dibangun memiliki konsep kekinian dan modern, diharapkan dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa.
"Fasilitas yang disediakan merupakan unit bisnis yang juga sebagai laboratorium dan tempat praktek mahasiswa, seperti hotel, café & coffee shop, pastry shop, tour and travel," jelasnya. (RO/OL-09)
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Beberapa bentuk kegiatan strategis itu mencakup seminar, workshop, dan kelas kolaboratif yang menampilkan praktisi industri dan akademisi kedua institusi.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
Musim pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 semakin dekat.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved