Selasa 14 September 2021, 21:36 WIB

Perpusnas Beri Apresiasi Bagi Insan Literasi

Widhoroso | Humaniora
Perpusnas Beri Apresiasi Bagi Insan Literasi

DOK Perpusnas
Acara Gemilang Perpustakaan Nasional yang berlangsung, Selasa (14/9).

 

PENGEMBANGAN perpustakaan membutuhkan insan yang cakap, tangguh, dan andal. Dari tangan-tangan mereka, daya jangkau kebermanfaatan perpustakaan dan literasi tersebar hingga ke pelosok negeri.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah bekerja keras dalam mengembangkan serta mendayagunakan perpustakaan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) memberikan penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka. Nugra Jasadharma Pustaloka adalah penghargaan kepada insan yang mendedikasikan upaya pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan serta upaya yang konsisten menumbuhkembangkan budaya kegemaran membaca dan literasi di Indonesia.

Penyerahan penghargaan dikemas dalam acara Gemilang Perpustakaan Nasional, yang tahun ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada 14 September dan Bulan Gemar Membaca. Gemilang Perpustakaan Nasional merupakan bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang mendukung peran atau kiprah Perpusnas dalam membudayakan kegemaran membaca.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyatakan saat ini, peran pemerintah daerah terhadap pengembangan perpustakaan semakin kuat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Kami yakin akan kontribusi dari pemerintah daerah, untuk memiliki kebijakan dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia. Parameter literasi saat ini adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang bisa dipakai dalam kompetisi global," ungkap Syarif Bando dalam Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2021 yang digelar secara hybrid, Selasa (14/9).

Karena itu, ujar Syarif, Perpusnas wajib merumuskan kebijakan di bidang perpustakaan. Hal itu mengacu pada visi Presiden Joko Widodo tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

"Ada tiga hal yang menentukan majunya suatu negara, yang pertama adalah visinya jauh ke depan, yang kedua strateginya, dan yang ketiga eksekusinya. Tanpa visi, tanpa strategi, tanpa eksekusi kita akan terus terbelakang. Sehingga diperlukan pemahaman yang sama tentang literasi," jelasnya.

Syarif Bando menambahkan puncak dari tingkatan literasi adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa yang bermutu yang dapat digunakan dalam kompetisi global. Dia meyakini pemerintah daerah akan berkontribusi untuk memiliki kebijakan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat Indonesia.

"Saya kira setiap daerah harus bertanggung jawab untuk menuliskan potensi yang dimiliki daerah tersebut. Penting sekali bagi kita untuk menumbuhkan buku-buku lokal konten untuk masyarakat," jelasnya. (RO/OL-15)

 

Baca Juga

Dok.  FFI

Ada Harapan Baru bagi Sineas Muda

👤Nike Amelia Sari 🕔Kamis 23 September 2021, 06:40 WIB
PADA perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) tahun ini, Prilly Latuconsina, 25, mendapat...
Dok. Pribadi

Pasar Daring Tradisional Inovasi Belanja Aman

👤Hempri Suyatna dan Puthut Indroyono 🕔Kamis 23 September 2021, 06:30 WIB
Inovasi model pembelanjaan daring di pasar tradisional dikembangkan untuk menumbuhkan demokrasi ekonomi dan solusi di masa pandemi...
ANTARA

Pendaki Jangan Egois dan Tetap Patuhi Prokes

👤MI 🕔Kamis 23 September 2021, 06:10 WIB
PADA hari-hari normal sebelum pandemi covid-19, ada beberapa gunung di Indonesia yang menjadi favorit para...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya