Minggu 12 September 2021, 10:27 WIB

Sejumlah 107 BTS 4G Baru Siap Dibangun di Biak Tahun Ini

mediaindonesia.com | Humaniora
Sejumlah 107 BTS 4G Baru Siap Dibangun di Biak Tahun Ini

Ist/Kemenkomindo
Kabupaten Biak dengan kondisi geografis yang dikelilingi laut memiliki potensi dalam sektor perikanan.

 

KABUPATEN Biak Numfor sebagai wilayah kepulauan di Papua memiliki keindahan alam dan potensi pariwisata yang cukup menjanjikan. Selain pariwisata, kondisi geografis yang dikelilingi laut menjadikan Biak potensial dalam sektor perikanan, bahkan untuk melakukan ekspor.

Namun, beragam potensi itu belum ditunjang kehadir­an jaringan internet yang memadai. Padahal, sinyal internet yang baik akan berguna dalam membantu mengangkat potensi alam di Biak ini.

Jaringan internet di Kabupaten Biak Numfor dirasakan masih terbatas, bahkan di beberapa titik belum ada jaringan sama sekali atau blank spot. Ketidakstabilan jaringan internet misalnya dirasakan di Kampung Parai, Kecamatan Biak Kota.

Tantangan kesulitan jaring­an internet di kampung ini antara lain dihadapi anak-anak sekolah yang masih harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi covid-19. Hal ini misalnya dirasakan salah satu siswa SMAN 2 Biak, Jecby Alfons Rumpaidus.

Dia mengakui sinyal yang ada saat ini belum stabil. “Harapan saya ke depannya agar jaringan ini tidak lagi jelek supaya kegiatan belajar secara daring bisa berjalan baik,” ungkap Jecby dalam program Bakti Untuk Negeri yang tayang di Metro TV, tadi malam.

Dari awal pandemi hingga saat ini, sistem belajar di SMAN 2 Biak belum sepenuhnya online karena terbatasnya jaringan internet. Kepala Sekolah SMAN 2 Biak Messias Demetaow menyebutkan saat ini pembelajaran di sekolahnya masih dominan offline atau tatap muka.

“Kendalanya pertama memang jaringan, kedua, tidak semua siswa punya HP (handphone). Kira-kira 40% yang punya HP, sisanya belum,” katanya. Selain itu, pembelajaran online sulit dilakukan karena tidak semua siswa tinggal di daerah yang ada sinyalnya.

Dengan kata lain, sebagian tempat tinggal mereka masih blank spot.
Selain di sekolah, sinyal internet sangat dibutuhkan di beberapa fasilitas umum di Biak, salah satunya puskesmas. Seperti diketahui, data BPJS pasien serta data vaksinasi kini bersifat online sehingga internet sudah menjadi kebutuhan wajib.

Kampung Parai sendiri jadi salah satu lokasi pembangunan proyek Palapa Ring Timur yang menjadi tower hub dan nantinya bisa dihubungkan ke beberapa tower yang sedang diba­ngun. Salah satunya di SMAN 2 Parai.

Sangat strategis

Kasi Infrastruktur Diskominfo Biak Numfor Mujahid Jusuf menyebut tower Palapa Ring ini juga akan dihubungkan ke 17 site di Kepulauan Padaido Aimando. “Jadi to­wer ini (Palapa Ring) sangat strategis dan vital sehingga ke depan masyarakat bisa mengakses sinyal 4G,” tegas Mujahid.

Secara keseluruhan di Kabupaten Biak Numfor, akan dibangun 107 tower. Terdiri dari 55 tower di Biak Daratan, 31 di Kepulauan Numfor, dan 17 di Kepulauan Padaido Aimandio. Targetnya pada 2021 ini semua jaringan akan terhubung.

Sayangnya, lokasi pembangunan tower sambungan dari Palapa Ring di Parai masih dilanda konflik kepemilikan tanah yang berakar dari pemekaran kampung. Dalam hal ini masih ada perbedaan pendapat mengenai status tanah antara warga dan pemerintah.

Proses mediasi dilakukan Dinas Kominfo bersama pemilik tanah. Mediasi dengan keluarga pemilik lahan berakhir dengan kesepakatan meneruskan proses pembangunan tower demi kepentingan warga kampung dan umumnya masyarakat Biak Numfor.

“Kami sekeluarga mengambil satu keputusan dukung penuh menara itu. Kami akan kawal dari mulai pondasi sampai erection-nya selesai sampai on air,” tegas pemilik lahan, Pieter Orgenes Rumpaidus.

Tak hanya konflik lahan, berbagai masalah dialami tim BAKTI Kominfo dalam pembangunan tower di tanah Papua. Contohnya di lokasi pembangunan tower di Parai, tim kesulitan dalam proses penggalian lantaran tekstur tanahnya berupa karang.

“Biasanya alat berat atau excavator cukup pakai bucket, ini kita harus pakai breaker yang kapasitasnya sampai 10.000. Itu pun masih cukup susah untuk menghancurkan batuan karang,” ujar Fajar Purwanto, pengawas CME.

Tower ini pun ditargetkan bisa selesai dalam dua minggu jika tidak terkendala cuaca dan lain-lain. Pentingnya pembangunan tower di Parai menjadi kunci terkoneksinya kepulauan di Biak tanpa terkecuali. (Ifa/S3-25)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fauzan

Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari AS dan Turki

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 September 2021, 19:39 WIB
Covid-19 di Negara Paman Sam pada akhir Agustus, mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Tercatat dalam sehari rata-rata mencapai 200...
MI/Adam Dwi

Tempat Wisata tetap Dipenuhi Warga Meski ada Kebijakan Ganjil-genap 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 September 2021, 19:09 WIB
Meski tidak menyebutkan secara rinci, Luhut menyebut di beberapa tempat rekreasi seperti taman hiburan, ada peningkatan jumlah...
Antara

Antisipasi Risiko Lonjakan Kasus, Pemerintah Percepat Vaksinasi Lansia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 September 2021, 18:55 WIB
Guna mengantisipasi risiko lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di negara-negara tetangga, pemerintah meminta masyarakat tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya