Jumat 03 September 2021, 17:15 WIB

Perlu Ada Rekayasa Sosial untuk Mewujudkan Perubahan Perilaku Di Masyarakat

Atalya Puspa | Humaniora
Perlu Ada Rekayasa Sosial untuk Mewujudkan Perubahan Perilaku Di Masyarakat

MI/ Heri Susetyo
NEW NORMAL: Santri Ponpes Bumi Shalawat, Sidoarjo Jawa Timur diperiksa kesehatannya secara ketat sebelum mengikuti kegiatan belajar.

 

PERUBAHAN perilaku bukan sekadar penerapan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker. Lebih dari itu, bagaimana masyarakat membangun rekayasa sosial sehingga terjadi dan terbentuk perubahan perilaku.

Menurut Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi dalam perubahan perilaku, terdapat dua hal yang penting, yakni kontrol individu dan kontrol eksternal. "Kontrol internal itu tidak cukup. Jadi harus ada kontrol ekstenal. Dalam teori konformitas, seorang yang patuh ketika dalam komunitas yang tidak patuh, dia akan ikut tidak patuh. Tapi seorang yang tidak patuh dan dia masuk di komunitas yang patuh, dia akan ikut patuh," kata Sonny dalam webinar yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (3/9).

Untuk itu, pemerintah melakukan intervensi perubahan perilaku dalam keluarga dan komunitas dalam menghadapi pandemi covid-19. Pasalnya, sangat penting untuk membangun kesamaan persepsi mengenai norma baru yang harus dilaksanakan di kelompok masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menyisipkan ajaran perubahan perilaku kepada pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat. Dengan demikian diharapkan nilai-nilai perubahan perilaku dapat dilihat dan ditiru oleh masyarakat luas.

Hal tersebut dikatakan Sonny efektif dilakukan, salah satunya di daerah Bangkalan. Ia mengungkapkan, pihaknya membuat program Compok Sehat, di mana masyarakat yang tidak mau dites covid-19 dimasukan ke shelter yang ada di dalam pesantren. Shelter tersebut kemudian terhubung dengan puskesmas setempat.

"Strategi itu lumayan efektif. Masyarakat yang tadinya memakai masker hanya 18% naik menjadi 53% dalam waktu 2 minggu. Dan naik lagi menjadi 80% dalam waktu satu bulan. Terjadi percepatan yang luar biasa dalam perubahan perilaku," ucap dia.(H-1)

Baca Juga

ANTARA/Yudhi Mahatma

IDI Tegaskan Penggunaan Ganja Medis Masih Perlu Kajian Mendalam

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 05 Juli 2022, 09:45 WIB
"Ini yang harus kita pahami karena dalam penatalaksanaan sebuah disease atau penyakit itu ada yang namanya golden standard, mana yang...
Thinkstock

Anak Disabilitas Dua Kali Lipat Lebih Rentan Alami Kekerasan Seksual

👤Dinda Shabrina 🕔Selasa 05 Juli 2022, 09:05 WIB
Telah terjadi 987 kasus kekerasan terhadap anak penyandang disabilitas yang dialami oleh 264 anak laki-laki dan 764 anak perempuan...
Ist/DPR

DPR Apresiasi Gerakan BISA dan Wisata Edukasi Kampung Kang Bejo

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 09:03 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menuturkan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kunjungan ke Kampung Kang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya