Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SMILE Train Indonesia, badan amalinternasional yang memberikan operasi gratis serta perawatan sumbing komprehensif kepada anak-anak, telahmemulaiperjalanannyasejaktahun 2002.
Belum genap satu dekade kiprahnya di Tanah Air, namun hingga hari ini sudah lebih dari 90 ribu pasien di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di Jawa Timur, mendapatkan operasi sumbing gratis yang aman, berkualitas, dan konsisten.
Dengan data global yang dimiliki Smile Train, bahwa setiap 3 menit seorang bayi terlahir dengan kondisi bibir sumbing atau celah langit-langit, maka komitmen untuk memberikan senyum bagi anak-anak Indonesia pun terus diperkuat dengankemitraan bersama para ahlisetempat.
Bermitra dengan Yayasan Dewi Kasih yang didukung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember (Unej), Smile Train Indonesia berupaya memberikan penanganan komprehensif.
Penanangan tersebut mulai dari operasi hingga terapi wicara dan bantuan psikologis, bagi anak-anak dan keluarga pasien bibir sumbing atau celah langit-langit di Jawa Timur.
“Di dunia, setiap hari ada 540 anak yang terlahir denga nkondisi bibir sumbing dan atau celah langit-langit, sebuah kondisi yang apabila tidak ditangani dapat membawa dampak berkepanjangan bagi fisik maupun psikologi anak," jelas dr. Ulfa Elfiah, M.Kes, SpBP-RE(K), spesialis bedah plastik, yang juga Ketua Yayasan Dewi Kasih pada keterangan pers, Selasa (31/8).
"Bahkandi Jember, rasio angka pasien bibir sumbing mencapai 1:1.000 pada tahun 2019. Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi," kata dr.Ulfa yang juga Kepala UNEJ Medical Center.
Menurut dr.Ulfa yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember, masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur hendaknya kini makin awar euntu kberperan aktif.
"Apalagi Smile Train Indonesia kini sudah bermitra dengan banyak pihak untuk menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehinggaakses pun menjadi lebih luas dan terbuka,” tuturnya.
Kondis ibibir sumbing dan celah langit-langita dalah salah satu bentukkelainan daerah kraniofasial (tulang kepala dan tulang wajah) yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi, dan langit-langit akibat gangguan fusi (fusion) pada masa kandungan.
Penyebabnya kerap tidak diketahu ipasti, namun fokus terpenting adalah penanganannya.
Jika tida segera ditangani, bibir sumbing dapat menyebabkan komplikasi masalah seperti kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, serta meningkatnya resiko malnutrisi, dan bahka ngangguan psikologis.
“Pernahkah kita sadari bahwa kemampuan untuk tersenyum merupakan nikmat yang luarbiasa? Anak-anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing pun berhak untuk mendapatkan senyum mereka. Bibir sumbing gata celah langit-langit mulut bukanlah aib, melainkan kondis ifisik yang sangat bisa diperbaiki," kata Ruth Monalisa, Program Director Smile Train Indonesia.
"Kami di Smile Train bertekad untu kterus membantu menciptakan senyum-senyum berharga dari anak-anak di Indonesia, juga melalui para ahli dari Indonesia. Kami bermitra dengan dokter ahli bedah serta tenaga medis lokal melalui berbagai pelatihan, untuk memberikan perawatan sumbing, termasuk di Jawa Timur," ucap Ruth.
Ruth menambahkan bahwa diperlukan tindakan menyeluruh, mulai dari perbaikan gizi sebelum operasi, operasi perbaikan, observasi pasca-operasi, serta tindakan lanjutan seperti terapi wicara dan bimbingan psikologis untuk memastikan bahwa tumbuh kembang sang anak akan berjal anoptimal.
“Di Jawa Timur, Smile Train Indonesia telah memberikan lebih dari 15.200 operasi bibir sumbing dan celah langit-langitsejaktahun 2002, bekerja sama dengan 15 mitra rumah sakit Smile Train Indonesia yang berada di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, Jember, dan Madura," jelasnya.
Tak hanya itu, kata Ruth, Smile Train Indonesia pun berkomit menmembantu perawatan sumbing secara komprehensif, di antaranya yang tela hberjalan adalah terapi wicara, orthodonsi, termasuk pelayanan pemberian nutrisi bagi pasien.
"Dengan dukungan masyarakat, akan semakin banyak senyum tercipta dan anak-anak kita yang lahir dengan bibir sumbing pun mampu berkontribusi secara produktif di masyarakat serta memiliki masa depan yang lebih cerah,”pungkas Ruth. (RO/OL-09)
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved